Buntut Dugaan Korupsi BPJS Ketenagakerjaan, Buruh Mau Demo di BEI

Buntut Dugaan Korupsi BPJS Ketenagakerjaan, Buruh Mau Demo di BEI
Foto: Presiden KSPI Said Iqbal (Azizah/detikcom)

IDTODAY NEWS – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengungkapkan buruh akan mendemo Bursa Efek Indonesia (BEI) jika hasil penyidikan dan penyelidikan kasus dugaan korupsi di BPJS Ketenagakerjaan dianggap risiko bisnis.

Said Iqbal mengatakan pihaknya tidak tinggal diam dengan hasil tersebut. Sebab, dana kelola investasi BPJS Ketenagakerjaan ini sangat besar yaitu mencapai Rp 486,3 triliun yang mana 25% masuk ke instrumen saham dan reksa dana.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Zumi Zola Ajukan PK, KPK Singgung Keseriusan MA Berantas Korupsi

Kami akan keras, sekali lagi KSPI akan keras, tidak akan kami biarkan tiba-tiba muncul analisa ini adalah risiko bisnis, kami kejar,” kata Said Iqbal dalam video conference yang dikutip, Kamis (11/2/2021).

Baca Juga: Andi Arief ke Djarot Saiful Hidayat: Yang Gila Kuasa Itu Justru PDIP!

Kejaksaan Agung pada tanggal 18 Januari 2021 menggeledah kantor pusat BPJS Ketenagakerjaan. Hasil penggeledahan itu didapatkan beberapa dokumen dan muncul dugaan adanya penurunan nilai investasi (unrealized loss) sebanyak Rp 43 triliun.

Baca Juga  Penangkapan Syahganda Justru Akan Membesarkan Gerakan KAMI

Menurut Said, penurunan nilai investasi ini bisa menjadi megakorupsi kalau pihak penegak hukum tidak melakukan pendalaman dan transparansi. Apalagi, investasi BPJS Ketenagakerjaan ini melibatkan sekitar 18 perusahaan pengelola investasi.

Oleh karena itu, Said menilai para penegak hukum baik Kejaksaan Agung dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) harus menyelidiki investasi saham dan reksa dana mana yang memang benar-benar rugi, serta mencari penyebabnya.

Baca Juga  Di ILC TV One, Rocky Gerung Ungkap Misteri Lenyapnya Akun Medsos 2 Juta Pengikut

Baca Juga: Jokowi: Pekan Depan Mulai Vaksinasi Covid-19 untuk Petugas Pelayanan Publik

“Karena ada dua kemungkinan kalau dia rugi. Satu, saham bodong. Kedua, ‘memberikan komisi’,” ujarnya.

Dengan dugaan seperti itu, Said Iqbal pun tidak berharap dugaan korupsi BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp 43 triliun ini dinyatakan hanya sebagai risiko bisnis semata. KSPI dan buruh siap menggelar demo di Bursa Efek Indonesia (BEI) agar sebanyak 18 perusahaan pengelola investasi ini mampu membuka datanya.

Baca Juga  Komnas HAM Temukan Bukti Baru, CCTV Tidak Rusak, tapi Tak Ada Rekaman

“Kami minta buka, kan mereka tercatat di bursa efek, kita dudukin itu. Jangan main-main dengan uang buruh, kita dudukin, kita suruh buka, kalau dia tidak bisa kita ke bursa efek, kita demo bursa efek terhadap pemain investasi itu di 18 pengelola investasi,” ungkapnya.

Baca Juga: Kasus Kudeta AHY, Karangan Bunga Dukungan Mengalir ke Moeldoko

Sumber: detik.com

Pos terkait