Demokrat: Pasukan Buzzer Dibayar untuk Memecah Bela Bangsa, Mirip Zaman Belanda

Benny Kabur Harman
Benny Kabur Harman/Breakingnews.co.id

IDTODAY NEWS – Koalisi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dinilai hadir untuk memecah bela bangsa. Namun Politikus Partai Demokrat, Benny Kabur Harman mengatakan, justru yang memecah bela bangsa adalah buzzer bayaran di media sosial.

“Para tokoh bangsa yang memproklamirkan KAMI dituding memecah belah bangsa oleh pasukan Buzzer. Menurut saya sih sebaliknya, pasukan buzzer itulah yang bikin bangsa ini terbelah,” tulis Politikus asal NTT ini di twitternya, Rabu (26/8).

Bacaan Lainnya

Dia mengatakan, cara kerja buzzer untuk memecah bela bangsa. Cara-cara ini mirip dengan masa-masa penjajahan Belanda ratusan tahun silam.

“Metode kerja pasukan buzzers itu adalah memecah belah lalu menguasai, divide et impera. Ini mirip dulu dipake penjajah untuk menguasai bangsa kita ratusan tahun,” ucap Benny.

“Para tomas dan toga disuap, diadudomba, dan dikuasai agar loyal tunggal pada raja. Itu dulu. Sekarang?Rakyat Monitor!” imbuhnya.

Sebelumnya Indonesia Coruption Watch (ICW) mengungkapkan, dana yang digelontorkan pemerintah untuk buzzer dan influencer tidak main-main. Dana itu sebesar Rp90,45 miliar.

Baca Juga  Demokrat Anggap Jhoni Allen Memanipulasi Sejarah Pendirian Partai

ICW menilai pemerintah Joko Widodo tidak percaya diri dengan program-programnya hingga harus menggelontorkan anggaran untuk influencer dan buzzer.

Peneliti ICW Egi Primayogha mengatakan, pemerintah pusat menganggarkan Rp90,45 miliar untuk beragam aktivitas yang melibatkan influencer.

Egi juga menegaskan, beberapa Kementerian juga menggunakan influencer. Contohnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 dengan jasa influencer artis Gritte Agatha dan Ayushita Widyartoeti Nugraha dengan nilai anggaran Rp114,4 juta.

Selain itu, untuk mata anggaran yang sama, Kemendikbud menggelontorkan anggaran Rp114,4 juta untuk influencer Ahmad Jalaluddin Rumi dan Ali Syakieb. Contoh lain adalah Kementerian Pariwisata mengelontorkan dana sebesar Rp5 miliar untuk publikasi melalui international online influencer trip paket IV.

Sumber: fin.co.id

Pos terkait