Eks Penyidik KPK: Harun Masiku Ada di Indonesia Agustus Kemarin!

  • Bagikan
Harun Masiku
Harun Masiku. (Foto: tribunnews.com)

IDTODAY NEWS – Mantan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ronald Paul Sinyal mengungkap bahwa buron kasus dugaan suap Penetapan Pergantian Antarwaktu (PAW), Harun Masiku ada di Indonesia pada Agustus 2021 kemarin.

“Info yang saya punya Agustus kemarin masih di Indonesia,” ucap Ronald, dikutip terkini.id, dari CNN Indonesia, Senin, 6 September 2021.

Ronald pun mengaku tidak bisa melanjutkan pencarian karena berstatus nonaktif.

Baca Juga  Kinerja Penindakan KPK Era Firli Dinilai Merosot: Minim OTT, Kasus Besar Tak Tersentuh

Status tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Pimpinan KPK Nomor 652 Tahun 2021 perihal tindak lanjut bagi pegawai yang dinyatakan tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Adapun Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto mengaku bahwa KPK memang telah mendapatkan informasi tentang keberadaan Harun Masiku.

Namun, karena adanya pandemi Covid-19 membuat lembaga tersebut tidak dapat melaksanakan penangkapan tersebut.

Baca Juga  Fakta-fakta Terbaru yang Bikin Rugi Pertamina Tembus Rp 11 T

Karyoto juga mengaku sangat ingin menangkap eks calon legislatif PDIP tersebut.

Ia mengklaim bahwa Ketua KPK Firli Bahuri sudah memberi perintah secara langsung untuk menangkap Harun yang kabur sejak Januari 2020.

“Saya sangat nafsu sekali ingin menangkap kalau diperintah. Waktu itu pak ketua sudah memerintahkan ‘kau berangkat’, tapi kesempatannya belum ada,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Sebagai informasi, Penyidik KPK memasukkan Harun dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 27 Januari 2020, beberapa pekan setelah ia lolos penangkapan.

Baca Juga  Eko Kuntadhi Singgung Chat Mesum Firza, Christ Wamea: Memang Benar-Benar Setan

Selama setahun lebih berlalu, lembaga KPK tersebut belum juga berhasil menangkap Harun.

Adapun Juru Bicara Penindakan Ali Fikri mengatakan pihaknya turut meminta bantuan Sekretariat National Central Bureau (NCB)-Interpol Indonesia untuk mencari Harun. Menurutnya, Interpol menerbitkan red notice Harun.

Sumber: terkini.id

  • Bagikan