Gatot Ungkap Ahmad Yani Sasaran Penangkapan Aktivis KAMI Berikutnya

Ketua Komite Eksekutif KAMI, Ahmad Yani (Foto: Luqman Nurhadi Arunanta/detikcom)

IDTODAY NEWS – Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Gatot Nurmantyo, mengungkapkan sekitar 20 orang lebih yang mengaku anggota polisi sempat mendatangi kediaman Ketua Komite Eksekutif KAMI, Ahmad Yani, pada Senin malam, 19 Oktober 2020. Menurut Gatot, polisi dari unit Bareskrim Polri itu datang dengan membawa surat perintah penangkapan.

“Karena beliau seorang lawyer maka ditanya. ‘Datang membawa surat perintah untuk menahan Anda. Ditanya salah saya apa? Enggak bisa jawab. Pasalnya apa? Enggak bisa jawab. Panggil pimpinannya!’ Akhirnya pimpinannya datang komunikasi dengan pemeriksa di Bareskrim,” kata Gatot Nurmantyo di ILC tvOne, Selasa malam, 20 Oktober 2020.

Baca Juga  Pernyataan Anak Buah Surya Paloh ke Gatot Nurmantyo Menohok

Pimpinan anggota polisi yang di rumah Ahmad Yani itu lantas menyampaikan bahwa Yani disangka terkait dengan video pernyataan KAMI yang diambil oleh salah satu aktivis KAMI yang sudah menjadi tersangka dan ditahan, Anton Permana.

“Maka dia jawab kalau ini sebagai pengembangan kasus harusnya saya sebagai saksi, saya tidak mau berangkat.
Alhamdulillah petugas polisi profesional, setelah diskusi mereka kembali,” kata Gatot.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono mengakui ada penyidik Bareskrim yang mendatangi rumah Ketua Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia, Ahmad Yani. Menurut dia, penyidik mendatangi Yani terkait kerusuhan demo Undang-Undang Cipta Kerja.

“Intinya benar bahwa ada anggota dari Reserse Bareskrim Polri datang ke rumah Pak Yani. Kita melakukan penyelidikan berkaitan dengan adanya anarkis tanggal 8 Oktober 2020,” kata Argo pada Selasa, 20 Oktober 2020.

Baca Juga  Ralat: ICW Ungkap Dana Pemerintah Rp 90,45 M ke Influencer, BPK Buka Suara

Namun, Argo membantah penyidik hendak melakukan penangkapan terhadap Yani dan yang bersangkutan menolaknya. Menurut dia, penyidik hanya berkomunikasi dengan Yani untuk meminta kesediaan waktu memberikan keterangannya pada Selasa, 20 Oktober 2020.

“Kita baru datang komunikasi ngobrol-ngobrol saja, yang bersangkutan bersedia sendiri untuk hari ini hadir ke Bareskrim. Jadi yang bersangkutan akan memberi keterangan hari ini, sekarang sedang kami tunggu,” ujarnya.

Sumber: viva.co.id

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan