Gibran

Gibran Jadi Cawalkot: Mengapa Ia Mengkhianati Kata-Katanya Sendiri?

Oleh: Felix Nathaniel

Gibran Rakabuming Raka awalnya hanya seorang pebisnis. Hingga dua tahun lalu, ia menyatakan tidak mau masuk ke kancah politik. Kini pernyataan itu tak terbukti. Gibran memutuskan ikut dalam kontestasi Pilkada 2020 untuk meraih kursi Wali Kota Solo. Jika syarat utama menjadi politikus adalah ketidaksinkronan antara kata dan perbuatan, maka Gibran telah memenuhinya.

Setiap kali ditanya, putra sulung Presiden Joko Widodo ini maunya fokus pada bisnis. Politik dan pemerintahan adalah jalan hidup bapaknya, bukan untuk dirinya. Padahal anak-anak presiden Indonesia terjun dalam dunia politik. Semuanya, kecuali anak B.J. Habibie.

Baca Juga  Gibran Dicecar di Mata Najwa soal Maju Pilpres, Jawabannya Mirip Kayak Bapaknya

“Nggak, nggak tertarik (menjadi politikus),” kata Gibran saat ditemui dalam peresmian outlet Sang Pisang dan Markobar, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (11/8/2018) seperti dilansir Suara.

Meski berkali-kali ditanya, jawaban Gibran tetap sama: tidak berminat menjadi politikus. Setidaknya, sampai Juli 2019, jawaban Gibran konsisten. Sang ayah juga berpendapat serupa.

Jokowi menyampaikan anaknya tak ada yang mau berpolitik dalam waktu dekat. Entah memang tebakan Jokowi yang jitu atau malu-malu kucing, dia melanjutkan, “Tapi ya nggak tahu lagi, kalau tahu-tahu besok pagi bilang, ‘Pak saya kepingin jadi Wali Kota’ siapa tahu. Minggu depan bilang ‘Pak saya siap jadi Wali Kota.’”

Baca Juga  Tanggapi Isu soal Gibran yang Diduga Terlibat Korupsi Bansos, Andi Arief Seret Nama Joko Widodo

Tinggalkan Balasan