Jubir Presiden Ungkap Identitas Bocah Sipit di Uang Baru Rp 75 Ribu
Uang rupiah khusus Rp 75.000 diterbitkan Bank Indonesia untuk memperingati HUT ke-75 RI. Foto: Istimewa)

Jubir Presiden Ungkap Identitas Bocah Sipit di Uang Baru Rp 75 Ribu

IDTODAY NEWS – Peluncuran mata uang edisi khusus Kemerdekaan RI ke-75 Tahun berupa uang kertas Rp 75.000 menuai reaksi netizen, terutama gambar anak kecil bermata sipit yang dianggap menggunakan baju adat China. Bocah sipit tersebut tampak di halaman belakang uang.

Juru Bicara Kepresidenan Fadjroel Rachman mengungkapkan, foto anak kecil bermata sipit itu bernama Muhammad Izzam Athaya yang masih duduk di sekolah dasar. Hal itu diungkapkannya melalui postingan akun Instagramnya yang mengunggah ulang ucapan Tommy Lebang.

Baca Juga  Heboh Sengketa Lahan antara Rocky Gerung dan Sentul City, Warga Beri Kesaksian Mengejutkan

“Saya cukup iri kepada anak ini. Namanya Muhammad Izzam Athaya, masih duduk di bangku sekolah dasar, SD 041 Tarakan, Kalimantan Utara. Sekecil itu, wajahnya sudah terpampang di lembaran mata uang Republik Indonesia, uang baru Rp 75.000,” kata Tommy Lebang yang diunggah ulang Fadjroel di akun Instagram miliknya, dikutip kumparan, Rabu (19/8).

Unggahan Fadjroel ini diambil dari akun @redaksiindonesia beserta fotonya yang menyertakan nama Tommy Lebang. Dalam akun tersebut, diceritakan juga sejarah Izzam bisa masuk dalam uang edisi khusus ini.

Baca Juga  Jansen Sitindaon: Kalau Twit Bang Fadjroel Jadi Patokan, Apakah Artinya 6 Tahun Jokowi Utang Tambah 3.400 T?

Katanya, Izzam didatangi satu tim dari Jakarta, tepat setahun yang lalu. Ia difoto mengenakan baju adat suku Tidung, Kalimantan Utara, nama suku keluarga besarnya.

“Izzam kecil akan mengenang dengan manis wajah bocahnya sendiri. Diabadikan di lembaran kertas berharga dengan benang pengaman, beredar dari tangan ke tangan, tersimpan di brankas-brankas, mungkin nanti terjulur keluar dari mesin-mesin ATM di seantero negeri. Bertahun-tahun sampai kelak ia dewasa,” ujarnya.

View this post on Instagram

Saya cukup iri kepada anak ini. Namanya Muhammad Izzam Athaya, masih duduk di bangku sekolah dasar, SD 041 Tarakan, Kalimantan Utara. Sekecil itu, wajahnya sudah terpampang di lembaran mata uang Republik Indonesia — uang baru Rp75.000. Entah bagaimana mulanya, ia didatangi satu tim dari Jakarta, tepat setahun yang lalu. Ia difoto mengenakan baju adat suku Tidung, Kaltara, nama suku keluarga besarnya. Izzam kecil akan mengenang dengan manis wajah bocahnya sendiri. Diabadikan di lembaran kertas berharga dengan benang pengaman, beredar dari tangan ke tangan, tersimpan di brankas-brankas, mungkin nanti terjulur keluar dari mesin-mesin ATM di seantero negeri. Bertahun-tahun sampai kelak ia dewasa. Untuk Izzam, selamat ya. @redaksiindonesia Tommy Lebang

A post shared by Fadjroel Rachman (@fadjroelrachman) on Aug 18, 2020 at 4:09pm PDT

Sebelumnya, Bank Indonesia yang bertanggung jawab atas penerbitan uang ini menegaskan bahwa salah satu baju adat yang tergambar di uang khusus Rp 75 ribu tersebut bukanlah dari China.

Baca Juga  Popularitas Ganjar Pranowo Diprediksi Turun Usai PPKM Darurat

Kepala Departemen Pengelolaan Uang pada Bank Indonesia, Marlison Hakim mengatakan baju tersebut berasal dari Suku Tidung yang proses pemilihannya sudah dikoordinasikan dengan berbagai pihak.

“Ada yang bertanya itu kok sepertinya dari Tiongkok? Itu bukan, tapi itu baju dari Kalimantan Utara, baju Tidung. Ini proses pemilihannya sudah bicarakan dengan budayawan dan kita berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat. Juga dengan UPT adat suku Tidung di Kalimantan Utara,” kata dia.

Baca Juga  Din Syamsuddin: Pemanggilan Anies Irrasional Dan Jadi Bumerang Bagi Rezim

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Rosmaya Hadi, menjelaskan, pada bagian halaman belakang terdapat banyak anak-anak Indonesia. Total ada sembilan anak yang menggunakan sembilan baju adat berbeda dalam uang tersebut yakni Aceh, Riau, Jawa Tengah, Kalimantan barat, Kalimantan Utara, Gorontalo, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua.

Kesembilan anak dengan baju adat berbeda itu menggambarkan keanekaragaman budaya Indonesia namun tetap Bhinneka Tunggal Ika yang merupakan aset bangsa.

Baca Juga  Ketua Ansor Bangin Saad Muafi, Tantang Tokoh HTI Ustadz Zainullah Berdebat soal Khilafah

Sumber: kumparan.com

Tinggalkan Balasan