KAMI
Deklarasi KAMI Jatim yang akhirnya dibubarkan karena mendapat tentangan dari warga Kota Surabaya, Senin (28/9/2020). (Foto IST)

KAMI di Surabaya Dibubarkan, Kapolrestabes: Motivasinya Apa Itu KAMI, Ini Nggak Jelas

IDTODAY NEWS – Acara Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Kota Surabaya dibubarkan setelah mendapat penolakan keras dari warga Kota Surabaya tergabung dalam Koalisi Indonesia Tetap Aman (KITA).

Penyelenggara pun sampai tiga kali berpindah tempat yang semuanya mendapat penolakan.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Jhonny Edison Isir menjelaskan, alasan pembubaran itu tidak lain untuk menjaga kondusivitas di Kota Pahlawan itu.

Baca Juga  KAMI Punya Tandingan, Nasir Djamil: Biar Rakyat Yang Nilai Mana Yang Asli Dan Palsu

“Surabaya itu kan kondusif, ada deklarasi untuk apa, justru memancing reaksi, inikan mau pilkada,” ungkapnya, Senin (28/9/2020).

Mantan ajudan Presiden Joko Widodo tahun 2017 itu menegaskan, tidak hanya kelompok KAMI saja.

Kelompok lain yang menamakan KITA (Koalisi Indonesia Tetap Aman) juga turut dibubarkan.

Jika dibiarkan salah satu tetap beraksi, pihaknya khawatir keamanan dan ketertiban hingga kondusivitas kota terganggu.

Baca Juga  Acara Gatot Nurmantyo Disetop, Presidium KAMI Jateng Minta Polri Adil

“Jadi (deklarasi) KAMI itu memancing reaksi, dua-duanya (kelompok KAMI dan KITA) tidak ada izin kita bubarin semua,” ugnkap Jhonny.

Peraih Adhi Makayasa Akademi Kepolisian (Akpol) 1996 itu justru mempertanyakan motivasi KAMI yang melakukan deklarasi di Kota Surabaya.

“Motivasinya apa itu KAMI, ini nggak jelas,” tandas Jhonny dikutip dari RMOL.

Sementara, Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan, awalnya acara KAMI digelar di Gedung Juang 45, Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya Selatan.

Baca Juga  Pendemo Erick Thohir Dipolisikan, YLBHI: Sangat Berbahaya Ini

Acara yang dihadiri Gatot Nurmantyo itu dihadiri peserta kurang lebih 150 orang dengan pengurus KAMI Jatim yang menjadi penanggungjawab.

“Tapi kegiatan tersebut tidak mendapatkan izin dari pengelola gedung,” ungkapnya.

Selanjutnya, penyelenggara mengalihkan acara KAMI di Gedung Jabal Nur, Jambangan, Kota Surabaya.

Akan tetapi, pihak pengelola gedung juga tidak memberikan izin atas acara bertema ‘Mengantisipasi Bangkitnya Komunisme Gaya Baru’ itu.

Baca Juga  Pentolan KAMI dan FPI Diincar, Gde Siriana: Alasan Makar tak Kuat, Kini Pakai UU ITE dan Prokes

Mendapat dua kali penolakan, acara KAMI akhirnya dialihkan ke Gedung Astranawa di Jalan Gayungsari, Surabaya.

Lagi-lagi, kegiatan itu juga tidak mendapatkan izin dari pengelola Gedung Astranawa.

“Akhirnya acara dialihkan ke Gedung KADIN versi Alim Tualeka di Graha Jabal Nur Lantai 2 Jalan Jambangan Kebon Agung no.76 Surabaya dengan peserta 50 orang,” ungkapnya.

Namun kemudian, acara itu dihentikan dan dibubarkan polisi dan TNI serta Satpol PP.

Baca Juga  Maaf Ya, Meski Miliki 2P, AHY Masih Sulit Melenggang di Pilpres 2024

Pasalnya, acara dinilai tak dilengkapi assasmen dari Satuan Gugus Tugas Jatim atau Surabaya lantaran menggelar acara di tengah pandemi Covid-19.

Melihat kondisi yang tidak kondusif, polisi akhirnya turun tangan dan membubarkan kegiatan.

Trunoyudho menegaskan, pembubaran bukan hanya dilakukan pada acara KAMI, tapi juga mereka yang menolak.

“Untuk mengantisipasi gesekan di lapangan kegiatan unjuk rasa kelompok penolak KAMI tersebut juga dibubarkan secara persuasif,” tandasnya.

Baca Juga  Luhut Serius Kawal Vaksin Covid-19, Perintahkan Terawan dan Erick Thohir Awasi Pasar Farmasi

Sumber: pojoksatu.id

Tinggalkan Balasan