Komentari Gerakan Pemerintah Soal Wakaf, Ustadz Felix Siauw: Emang Yakin Umat Percaya Sama Pemerintah?

Ustadz Felix Siauw
Ustad Felix Siauw memberikan tausiah di Masjid Jami An Nashru, Kelurahan Sukapura, Jakarta Utara. 25 November 2017/Tempo.co

IDTODAY NEWS – Ustadz Felix Siauw mengomentari program pemerintah terkait gerakan nasional wakaf uang (GNWU). Felix menilai, program yang memanfaatkan harta ummat Islam ini salah. Sebab menurutnya, yang memotivasi ummat Islam untuk wakaf itu adalah imannya kepada Allah.

“Wakaf itu dimotivasi oleh Iman, bukan dimotivasi oleh yang lain. Jadi kalau ada yang mengatakan; yuk kita wakaf uang untuk biayai kepentingan sosial. Oh tunggu dulu. Kepentingan sosial yang mana dulu. Karena sekali lagi, kita sedeqah itu karena tras dengan Allah Maka orang yang taat akan mau mengeluarkan uang di jalan Allah,” ujar Felix Siauw dilansir chanel YouTubenya, Sabtu (6/2).

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Tukang Jahit dan Ketua RW Melawan Anak Presiden, Wujud Perlawanan Rakyat?

Felix kemudian menyentil pemerintah yang dianggap kerap menyudutkan Islam. Dia mengatakan, ummat Islam terkadang mendapat perlakuan tak baik oleh pemerintah. Tokoh Islam ditangkap, Umat dibully, penistaan terhadap Islam tidak diproses hukum. Tapi kemudian secara tiba-tiba ingin mengambil harta ummat Islam dengan dalil wakaf.

“Ada banyak kezaliman (ke Islam) yang ga bisa disebutkan satu persatu semua itu terjadi, tiba-tiba ngomong tentang wakaf, tiba-tiba ngomong sedekah itu syariat Islam. Ada yang salah di sini. Kamu ga menanamkan akidahnya, kamu ga menjelaskan, tiba tiba kamu pakai dalil yang Islami,” kata Felix Siauw.

Baca Juga  Potensi Wakaf Diklaim Ratusan Triliun, Pengamat: Khayalan SMI Ketinggian

Felix menilai, publik sudah tidak mempercayai pemerintah dalam mengelola harta. Berkaca pada kasus korupsi bantuan sosial.

“Publik melihat, lo bagaimana negara ini memanfaatkan hartanya, bagaimana selama ini harta ini dikelola, bagaimana kalau nanti kaya bansos, karena ini masalah pengelolaan harta, ga ada tras di situ,” kata Felix.

Mantan tokoh HTI ini, melanjutkan, ummat akan mau berwakaf jika negara ini adalah negara berdasarkan syariat Islam. Yang mana di dalamnya orang-orang muslim diajak ngobrol, dihormati, tokoh agama diberikan kemuliaan dan agama Islam dijaga.

“Say yakin kalau begitu, itu ga usah disuruh kita udah berebut. Karena kita pasti pertimbangkan semuanya,” kata Felix Siauw.

Baca Juga  Pilpres 2024, PKS Ingin Usung Kadernya Jadi Pemimpin Nasional

Felix bilang, jika wakaf itu diserukan oleh ulama yang jelas membela kepentingan Islam. Maka ummat akan mau wakaf. Felix kemudian mengumpamakan jika Habib Rizieq Shihab yang menyerukan wakaf.

“Atau gini deh, gimana kalau Habib Rizieq yang minta wakaf itu kira-kira. Insya Allah saya yakin orang berbondong-bondong yang ngasih wakaf itu. Kenapa dia yakin, gue ngasih ini adalah bagian dari Ibadah. Ketika gue ngasih ini adalah bagian dari pemuliaan terhadap agama,” ucap Felix Siauw.

“Jangan cuma uang yang mau, wakaf nya yang mau, tapi muslim dibully dipojokan. Radikal, kalau bahasa radikal itu ya bahasa tentang islam, anti pancasila, tapi tiba-tiba kemudian lihat pontensi dana, lalu kemudian oh ini kayaknya perlu diwakafin,” tutup Felix Siauw.

Baca Juga  Jelang Pilkada, Gerindra Harus Antisipasi Kampanye Negatif Edhy Prabowo Ditangkap KPK

mengomentari program pemerintah terkait gerakan nasional wakaf uang (GNWU).

Felix menilai, program yang memanfaatkan harta ummat Islam ini salah. Sebab menurutnya, yang memotivasi ummat Islam untuk wakaf itu adalah imannya kepada Allah.

“Wakaf itu dimotivasi oleh Iman, bukan dimotivasi oleh yang lain. Jadi kalau ada yang mengatakan; yuk kita wakaf uang untuk biayai kepentingan sosial. Oh tunggu dulu. Kepentingan sosial yang mana dulu. Karena sekali lagi, kita sedekah itu karena tras dengan Allah Maka orang yang taat akan mau mengeluarkan uang di jalan Allah,” ujar Felix Siauw dilansir chanel YouTubenya, Sabtu (6/2).

Baca Juga  Ahmad Sahroni: Polisi Harus Segera Tangkap Abu Janda, Jangan Sampai Dibiarkan

Felix kemudian menyentil pemerintah yang dianggap kerap menyudutkan Islam.

Dia mengatakan, ummat Islam terkadang mendapat perlakuan tak baik oleh pemerintah. Tokoh Islam ditangkap, Umat dibully, penistaan terhadap Islam tidak diproses hukum. Tapi kemudian secara tiba-tiba ingin mengambil harta ummat Islam dengan dalil wakaf.

“Ada banyak kezaliman (ke Islam) yang ga bisa disebutkan satu persatu semua itu terjadi, tiba-tiba ngomong tentang wakaf, tiba-tiba ngomong sedekah itu syariat Islam. Ada yang salah di sini. Kamu ga menanamkan akidahnya, kamu ga menjelaskan, tiba tiba kamu pakai dalil yang Islami,” kata Felix Siauw.

Felix menilai, publik sudah tidak mempercayai pemerintah dalam mengelola harta. Berkaca pada kasus korupsi bantuan sosial.

Baca Juga  Munarman: Peristiwa Lama Dipakai untuk Usaha Menangkap Saya

“Publik melihat, lo bagaimana negara ini memanfaatkan hartanya, bagaimana selama ini harta ini dikelola, bagaimana kalau nanti kaya bansos, karena ini masalah pengelolaan harta, ga ada tras di situ,” kata Felix.

Mantan tokoh HTI ini, melanjutkan, ummat akan mau berwakaf jika negara ini adalah negara berdasarkan syariat Islam. Yang mana di dalamnya orang-orang muslim diajak ngobrol, dihormati, tokoh agama diberikan kemuliaan dan agama Islam dijaga.

“Say yakin kalau begitu, itu ga usah disuruh kita udah berebut. Karena kita pasti pertimbangkan semuanya,” kata Felix Siauw.

Felix bilang, jika wakaf itu diserukan oleh ulama yang jelas membela kepentingan Islam. Maka ummat akan mau wakaf. Felix kemudian mengumpamakan jika Habib Rizieq Shihab yang menyerukan wakaf.

Baca Juga  Tanggalkan Baju Partai, 16 Pengurus Ranting PDIP Tegineneng Ternyata Sudah Dipecat Sebelum Pilkada

“Atau gini deh, gimana kalau Habib Rizieq yang minta wakaf itu kira-kira. Insya Allah saya yakin orang berbondong-bondong yang ngasih wakaf itu. Kenapa dia yakin, gue ngasih ini adalah bagian dari Ibadah. Ketika gue ngasih ini adalah bagian dari pemuliaan terhadap agama,” ucap Felix Siauw.

“Jangan cuma uang yang mau, wakaf nya yang mau, tapi muslim dibully dipojokan. Radikal, kalau bahasa radikal itu ya bahasa tentang islam, anti pancasila, tapi tiba-tiba kemudian lihat pontensi dana, lalu kemudian oh ini kayaknya perlu diwakafin,” tutup Felix Siauw.

Baca Juga: KH Cholil Nafis Kritik Keras SKB 3 Menteri Soal Larangan Wajib Berjilbab

Sumber: pojoksatu.id

Pos terkait