Luhut Minta Jangan Ragu Investasi di Indonesia, “Walau Kemungkinan Resesi Tetap Ada”
Luhut Binsar Pandjaitan dan Presiden Jokowi,(Foto: pojoksatu.id)

Luhut Minta Jangan Ragu Investasi di Indonesia, “Walau Kemungkinan Resesi Tetap Ada”

IDTODAY NEWS – Potensi Indonesia mengalami resesi memang tetap ada, namun semua masyarakat jangan pesimistik dengan laju ekonomi tanah air.

Begitu kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam acara rapat kerja dan konsolidasi nasional APINDO secara virtual, Kamis (13/8).

“Kemungkinan resesi tetap ada, tapi kita wajib tetap optimis dan kerja keras. Jangan ragu untuk berinvestasi di Indonesia, nanti apabila ada masalah akan kami bantu,” ujarnya.

Baca Juga  PPKM Darurat, Kata Jokowi dan Permintaan Maaf Luhut

Dia menerangkan pemerintah telah mengeluarkan sejumlah program prioritas untuk membangkitkan laju ekonomi, dari segi UMKM maupun masyarakat produktif.

Program tersebut di antaranya, Bansos Produktif dengan bantuan Rp 2,4 juta per pelaku usaha mikro dengan total anggaran Rp 28,8 triliun.

Selain itu, penyaluran kredit UMKM untuk membantu usaha rumah tangga dan masyarakat yang terkena PHK dengan pemberian kredit modal kerja yang produktif dengan dana pinjaman Rp 2 juta dengan tenor 12 bulan.

Baca Juga  Rakyat Lagi Susah, Tapi Pemerintah Tak Taat Protokol Resesi

Total anggaran ini adalah sebanyak Rp 20 triliun. Ada juga Program Subsidi Bunga UMKM untuk 15 juta nasabah UMKM, dengan total anggaran Rp 35,28 triliun.
“Yang paling penting, bagaimana bantuan pemerintah bisa sampai kepada pihak yang benar dan tepat waktu. Program prioritas akan berbentuk dana langsung supaya masyarakat bisa berbelanja,” tegasnya.

Pihaknya juga akan melakukan evaluasi dan mengupdate perkembangan terkini perekonomian Indonesia untuk dapat menyusun langkah selanjutnya guna membangkitkan ekonomi nasional.

Baca Juga  Habib Rizieq Kembali Batal Bebas, Denny Siregar: Pengen Ketawa Takut Kena Covid

“Pemerintah akan terus mengevaluasi situasi perekonomian akibat dampak Covid-19 ini dari waktu ke waktu dan melakukan penyesuaian jika diperlukan, untuk memastikan bahwa ekonomi Indonesia tidak jatuh terpuruk akibat pandemi,” tutupnya.

Sumber: pojoksatu.id

Tinggalkan Balasan