Moeldoko Dinilai Pantas Pimpin Partai Demokrat

Moeldoko Dinilai Pantas Pimpin Partai Demokrat
KSP Moeldoko (Foto: istimewa)

IDTODAY NEWS – Mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Darmizal MS menilai bahwa Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Jenderal TNI (Purn) Moeldoko layak untuk memimpin Partai Demokrat ke depan.

Menurut dia, mantan Panglima TNI itu merupakan pribadi yang tidak membatasi diri atau memberikan hambatan bagi seseorang dan kelompok orang untuk bertemu dengan dirinya.

Bacaan Lainnya

“Saya pribadi mungkin tokoh seperti ini, berperilaku seperti ini yang sangat baik untuk menjadi pemimpin Partai Demokrat saat ini dan ke depan. Ya itu salah satunya,” kata Darmizal dalam jumpa persnya yang mengatasnamakan Forum Pendiri dan Senior Partai Demokrat di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (2/2/2021).

Darmizal sendiri sebelumnya disebutkan bertemu Moeldoko, dalam kaitannya dengan upaya kudeta Partai Demokrat. Menanggapi hal itu, Darmizal mengaku hubungannya dengan Moeldoko sudah terjalin lama sejak berkenalan pada 1996.

Darmizal tak menampik, bahwa dirinya memang kerap bertemu Moeldoko dalam beberapa kesempatan. Tetapi ia tidak menjawab lugas terkait pertemuannya dengan Moeldoko untuk membahas kudeta Partai Demokrat.

Baca Juga  Tanggapi Gerakan Indonesia Tanpa Pacaran, Ferdinand: Ngapain Mereka Ngurusin Hidup Orang Lain?

“Seperti saya, tadi saya katakan. Kadang-kadang kami bertemu dalam pengajian, kadang-kadang kita bertemu dalam satu event olahraga, kadang-kadang kita bertemu dalam satu pertemuan sambil makan siang atau apa di saat beliau di luar jam kerja, saya kira itu,” kata Darmizal.

Sementara itu, terkait pertemuan Darmizal dengan Moeldoko yang dikaitkan dengan kudeta, Darmizal menyerahkan ke Partai Demokrat untuk memvalidasi informasi itu sendiri. Ia enggan mengungkapkan lebih jauh.

“Terkait dengan cerita yang berhubungan dengan Partai Demokrat, saya tidak ingin menjelaskannya kepada publik, biarlah itu menjadi urusan internal Partai Demokrat yang mereka selesaikan sendiri. Mereka bisa melakukan validasi, mereka bisa menjelaskan pasca klarifikasi atau tabayun,” pungkasnya.

Baca Juga: Apresiasi Penetapan Tersangka Korupsi Asabri, KPK: Kita Harus Belajar dari Kejagung

Sumber: okezone.com

Pos terkait