MUI Minta RI Panggil Dubes Swedia-Norwegia soal Demo Lecehkan Al-Qur'an
Demo rusuh di Norwegia usai wanita robek Al-Qur'an (Foto: 20detik)

MUI Minta RI Panggil Dubes Swedia-Norwegia soal Demo Lecehkan Al-Qur’an

IDTODAY NEWS – Aksi anti-Islam di Swedia dan Norwegia berlangsung ricuh hingga melakukan pelecehan terhadap kitab suci Muslim, Al-Qur’an. Di Swedia terjadi aksi pembakaran Al-Qur’an sementara di Norwegia terjadi aksi massa yang meludahi Al-Qur’an.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk tindakan tersebut. MUI meminta pemerintah kedua negara untuk menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku.

“MUI mengutuk keras perilaku vandalisme berupa pembakaran kitab suci Al-Qur’an oleh kelompok radikal dengan dalih apapun namanya. Meminta kepada pemerintah dua negara di Skandinavia tersebut agar mengambil tindakan tegas terhadap para pelakunya secara cepat sesuai dengan hukum yang berlaku guna menghindari akses negatif di kemudian hari,” kata Waketum MUI, Muhyiddin Junaidi, kepada wartawan, Senin (31/8/2020).

Baca Juga  KH Miftachul Akhyar Jadi Ketum MUI, Ini Kepengurusan MUI Periode 2020-2025

Dia menilai vandalisme tersebut merusak tata nilai dan budaya bangsa Eropa yang menjunjung tinggi kebebasan beragama dan hak asasi manusia (HAM). Dia menilai ada kelompok yang terhasut.

“Islam sebagai agama kedua terbesar di Benua Eropa terus mendapat hati di kalangan umat manusia dengan bertambahnya jumlah masyarakat yang memeluk Islam. MUI menilai adanya kelompok tertentu yang terhasut oleh rekayasa islamophobia menggunakan slogan antiimigran sebagai dalih untuk menteror kaum muslim,” ujar dia.

Baca Juga  Perpres Miras Dicabut, Jokowi Dipuji MUI

Muhyiddin mengimbau kepada kaum muslim termasuk di Indonesia untuk menahan diri. Namun, MUI meminta pemerintah Indonesia untuk meminta klarifikasi kepada perwakilan kedua negara.

“Kepada kaum muslim dihimbau agar menahan diri dan meningkatkan kewaspadaan tinggi serta menjaga komunikasi dengan pihak keamanan sebagai tindakan anstipasi guna menghindari segala kemungkinan yang terjadi. Pemerintah Indonesia juga diminta agar minta klarifikasi dari duta besar dua negara tersebut. Ini sangat penting untuk mendinginkan suasana,” tutur Muhyiddin.

Baca Juga  MUI: Jiwa Manusia Lebih Penting Dari Pilkada

Sumber: detik.com

Tinggalkan Balasan