Novel Bamukmin Balas Kapitra Ampera, Semua Dibahas, Mulai Orde Baru, Pilpres 2019 sampai Daya Gempur

  • Bagikan
Novel Bamukmin Balas Kapitra Ampera, Semua Dibahas, Mulai Orde Baru, Pilpres 2019 sampai Daya Gempur
Novel Bamukin dan Kapitra Ampera. (pojoksatu.id)

IDTODAY NEWS – Wakil Sekjen PA 212 Novel Bamukmin kembali menyinggung dan membalas pernyataan balasan dari politikus PDIP Kapitra Ampera.

Kapitra menyarankan agar kelompok Habib Rizieq Shihab membentuk partai politik agar ketahuan apakah HRS memang seorang tokoh dan laku.

Karena itu, Kapitra mempertanyakan kekuatan politik kelompok HRS.

Menanggapi hal itu, Novel menegaskan pihaknya sama sekali tak berkeinginan mendirikan partai politik.

Baca Juga  Tangkis Isu Pilkada 2024 For Gibran, Pratikno: Mas Gibran Masih Jualan Martabak, Enggak Kepikiran Nyapres!

Pun demikian dengan HRS yang tak berambisi menjadi presiden.

Akan tetapi HRS disebut Novel memiliki daya gempur secara konstitusi yang dahsyat.

“Kapitra seharusnya paham jas merah, juga jas hijau,” ujar Novel kepada RMOL (jaringan PojokSatu.id), Minggu (5/9/2021).

Kapitra juga menyebut bahwa aksi-aksi jalanan yang dilakukan kelompok HRS tidak akan memberikan dampak apapun.

Sebagai balasan, Novel mengingatkan kejatuhan Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto.

Baca Juga  Aksi 1812, Tangkap Munarman dan Foto Senjata Tajam Menggema di Media Sosial

Keduanya, lanjut Novel, jatuh karena adanya kekuatan politik jalanan.

“Ingat, turunnya Soeharto cuma ratusan ribu mahasiswa, namun Soeharto sebagai negarawan sejati bisa mengundurkan diri dan itu terhormat,” kata Novel.

Namun hal itu, kata Novel, berbeda dengan Jokowi.

Meski Jokowi sudah didatangi masa aksi bela Islam dengan jutaan orang akan tetapi tidak turun dari jabatannya.

“Malah melindungi penista agama serta mengkriminalisasi ulama, padahal zaman Soeharto dan Soekarno tidak ada yang tangkapi itu para pendemo,” sambungnya.

Baca Juga  Kubu Habib Rizieq Ngotot Raffi Ahmad dan Ahok Ditahan, Ruhut: Tolong Sabar ya...

Ia menegaskan, mantan imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu sama sekali tak memiliki ambisi jadi presiden.

Atas dasar itu pula HRS juga tak berkeinginan untuk mendirikan partai politik.

“Namun daya gempur beliau secara konstitusi dahsyat.” kata dia.

“Seharusnya rezim ini malu dan tahu diri bahwa kekuasaannya sekarang adalah curang berdasarkan putusan MA dan bahkan TSM dengan korban nyawa petugas KPPS serta syahidnya umat Islam depan Bawaslu dan sekitarnya ketika itu,” tandasnya.

Baca Juga  PKS Tantang PDIP Buka-bukaan Soal Isu Kudeta Merangkak di Kabinet Jokowi

Sumber: pojoksatu.id

  • Bagikan