Pangdam Jaya ‘Keseleo’ Baca Ayat Al Quran untuk Tegur FPI Soal Baliho Habib Rizieq Shihab

Panglima Kodam (Pangdam) Jaya Mayjen Dudung Abdurachman.(Foto: Pendam Jaya)

IDTODAY NEWS – Panglima Komando Militer Jayakarta (Pangdam Jaya), Mayjen TNI Dudung Abdurrachman menegaskan, apabila baliho Rizieq Shihab di pasang sesuka hati, maka TNI bisa jadi akan bubarkan Front Pembela Islam (FPI).

Selain itu, Pangdam Jaya juga ancam FPI jangan pernah coba-coba dengan TNI.

“‘Kalau Perlu, FPI bubarkan saja! Kok mereka yang atur. Suka atur-atur sendiri”,” tegas Dudung saat dikonfirmasi awak media di kawasan silang Monas, Jakarta 20 November 2020 sebagaimana dikutip PotensiBisnis.com dari Antara.

Dudung Abdurrachman memperingatkan Rizieq Shihab beserta FPI sembari membawa bacaan ayat Al-Qur’an.

Dalam video tersebut, Pangdam Jaya Dudung Abdurrachman mengutip ayat Al Quran surah At-Tahrim ayat 6.

Diluar dugaan, nampaknya Dudung Abdurrachman ‘Keseleo’ saat berucap ayat tersebut, dalam rangka ingatkan Habib Rizieq tentang api neraka.

Pangdam Jaya, tidak bisa membaca kutipan ayat tersebut dengan tartil dan sempurna.

Seharusnya, Dudung Abdurrachman mengucapkan surah At-Tahrim ayat 6.

“ya ayyuhalladzina amanu quu anfusakum wa ahlikum nara” yang artinya “wahai orang-orang beriman, lindungilah dirimu dan keluargamu dari Api Neraka”.

Namun, dirinya membaca tidak sesuai dengan ayat Al-Quran surah At-Tahrim ayat 6 tersebut.

Berikut bacaan Al Qur’an Pangdam Jaya TNI, Dudung Abdurrachman.

“ya ayyu la haladina quu anfusikum wa ahlikum nara” katanya sebagaimana dikutip PotensiBisnis.com dari Youtube.com.

Pada bagian pertama, “Ya ayyu la haladina” seharusnya “Yaa Ayyuhalladzina Amanu”.

Lalu pada bagian kedua, “Quu Anfusikum” seharusnya “Quu anfusakum”.

Peristiwa itu terjadi saat Dudung peringatkan Rizieq Shihab beserta FPI soal pemasangan baliho yang memampang wajah Habib Rizieq Shihab.

Dudung menilai hal tersebut tidak memenuhi aturan dan terkesan dilakukan semena-mena oleh FPI.

Baca Juga  Soal Ekstra PMN buat BUMN, Faisal Basri: Morotin Uang Negara

Arogansi tersebut, meskinya harus dilakukan penetiban baliho oleh Satpol PP, namun FPI masih terus memasang kembali baliho wajah Habib Rizeiq tersebut.

Terkesan FPI yang mengatur, Dudung menegaskan harus ada tidakan tegas terhadap FPI jika terus seperti ini.

“Berapa kali Satpol-PP menurunkan, dinaikan lagi. Sekarang kok mereka seperti yang ngatur, sukanya sendiri. ini negara hukum, harus taat hukum,” pungkasnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi Tambah Utang Rp 24,5 Triliun Dalam 2 Minggu

Sumber: potensibisnis.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan