Prabowo: Kita Siap Difitnah, Dizalimi, Dihujat, Tapi Tetap Cinta Tanah Air

Prabowo: Kita Siap Difitnah, Dizalimi, Dihujat, Tapi Tetap Cinta Tanah Air
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto meninggalkan panggung seusai menyampaikan pengarahan dalam peringatan HUT ke-12 Partai Gerindra di kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2020). Kegiatan yang dihadiri oleh para kader Partai Gerindra tersebut mengangkat tema Setia Bergerak untuk Indonesia Raya.?ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww.(FOTO: ANTARA/SIGID KURNIAWAN)

IDTODAY NEWS – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, mengajak seluruh kader partainya untuk semakin yakin pada ideologi partai. Ia menegaskan Gerindra senantiasa berpihak pada yang benar dan senantiasa memilih jalan yang terbaik untuk bangsa.

“Kita siap berkorban, kita siap menahan diri, kita siap dizalimi, kita siap difitnah, kita siap dikhianati, kita siap dihujat. Tapi hati kita tetap teguh, cinta tanah air, dan selalu berjuang untuk kebaikan, kebesaran bangsa, dan kepentingan rakyat kita,” katanya dalam pidatonya di Hari Ulang Tahun Gerindra ke-13, yang disiarkan YouTube Gerindra TV, Selasa, 9 Februari 2021.

Bacaan Lainnya

Berjuang untuk bangsa, kata dia, adalah pribadi, jati diri, dan kepribadian Partai Gerindra. Ia mengajak seluruh elemen partainya mengobarkan hal tersebut di hatinya. Selain itu juga semangat Merah Putih, semangat Pancasila, semangat Bhinneka Tunggal Ika, dan semangat persatuan. “Jangan mau diadu domba, jangan mau diajak ke arah kebencian,” katanya.

Baca Juga  Prabowo Sebut Ada Kekuatan Asing di Balik Demo Omnibus Law

Menteri Pertahanan ini mengingatkan Indonesia adalah bangsa yang besar, majemuk, terdiri dari banyak suku, etnis, agama dan budaya yang berbeda-beda. Namun Indonesia punya satu cita-cita, satu kehendak untuk berbangsa dan bertanah air, satu kehendak untuk meraih kesejahteraan bersama.

“Kuncinya adalah bagaimana bisakah kita sebagai bangsa mengelola kekayaan kita ini dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Indonesia ditantang untuk bisa menjadi bangsa yang dewasa, bangsa yang bisa mengatasi masalah dengan tidak saling membenci, tidak dengan saling bertikai, tidak dengan saling mencari kekurangan dan kesalahan, tapi dengan bekerja sama. “Mencari persatuan, mencari titik temu. Ini kunci bagi kita sebagai bangsa,” kata Prabowo.

Baca Juga: Aturan Baru Partai Komunis China: Anggota Taat Agama Harus Hengkang

Sumber: tempo.co

Pos terkait