Yudo Margono
KSAL Laksamana Yudo Margono/Net

Saiful Anam: Tragedi Nanggala 402 Penghambat Yudo Margono Dapatkan Kursi Panglima TNI

IDTODAY NEWS – Insiden tenggelamnya kapal selam Nanggala 402 dianggap menjadi salah satu kegagalan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono. Tragedi yang menghilangkan 53 nyawa prajurit itu juga dinilai jadi penghambat karirnya menjadi Panglima TNI.

Pakar politik dan hukum Universitas Nasional (Unas), Saiful Anam mengatakan, insiden tenggelamnya kapal selam Nanggala 402 telah terstigma di masyarakat bahwa Laksamana Yudo sudah gagal dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

Baca Juga  Saiful Anam: Pidato Komputer Hang Bisa Jadi Tanda Presiden Frustasi

“Menurut saya sudah tertutup kemungkinan bagi KSAL Yudo untuk dapat dipercaya menjadi Panglima TNI. Presiden Jokowi dan DPR tentu bukan tidak mungkin akan juga menilai demikian,” ujar Saiful kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (25/8).

Sehingga kata Saiful, menurutnya KSAL Yudo sangat sulit dipilih menjadi Panglima TNI. Sebab, kinerja utamanya dalam melakukan perawatan terhadap perlengkapan dan peralatan TNI AL dianggap tidak berhasil.

Baca Juga  Saiful Anam: Maruf Amin Harus Hati-hati dengan Wacana Pergantian Wakil Presiden

Apalagi, insiden tenggelamnya kapal selam Nanggala 402 bukan hanya menjadi sorotan masyarakat Indonesia, tetapi juga internasional.

“Selain itu bisa jadi Internasional baik Amerika maupun China tidak berkenan bagi Indonesia untuk memilih KSAL Yudho untuk menduduki jabatan tertinggi dalam TNI,” pungkas Saiful.

Nama lain yang digadang berpotensi menggantikan Hadi Tjahjanto adalah KSAD Jenderal Andika Perkasa.

Meski dia akan pensiun di akhir tahun 2022, sosoknya dianggap tepat memimpin TNI karena rekam jejaknya bisa menjadi sosok yang bisa membawa TNI disegani di lingkungan internasional.

Baca Juga  Pakar Politik: Makin Sulit Warga Sumbar Menyukai PDIP Kalau Pengelolaan Negara Masih Seperti Saat Ini

Sumber: rmol.id

Tinggalkan Balasan