Saran IPW, Kalau TNI-Polri Pakai Cara Ini, Dijamin KKB Langsung Keok

  • Bagikan
Saran IPW, Kalau TNI-Polri Pakai Cara Ini, Dijamin KKB Langsung Keok
Ketua Presidium IPW Neta S Pane. (pojoksatu.id)

IDTODAY NEWS – Aparat TNI-Polri kembali terlibat kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Kontak senjata di Kampung Ilambet, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua itu terjadi pada Sabtu (13/2) waktu setempat.

Dalam kontak senjata tersebut, seorang prajurit terluka terkena rekoset peluru.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane menduga, kontak senjata tersebut dimotori oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Baca Juga  Prajurit TNI Turunkan Baliho HRS, KSP Beberkan Operasi Militer Selain Perang

“Kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang dimotori OPM masih banyak bergentayangan di Papua,” ujar Neta, dihubungi pojoksatu.id, Senin (15/2/2021).

Menurut Neta jalan satu-satunya untuk mencegah manuver KKB ini adalah dengan menempatkan daerah konflik di Papua sebagai pusat pelatihan TNI, Polri, Brimob serta Densus 88 Antireror.

Baca Juga: JK: Din Syamsuddin Bukan Radikal, Tapi Tokoh Perdamaian Umat Beragama Internasional

Baca Juga  Muhadjir Minta IDI Tanggungjawab Lindungi Anggotanya Tangani Pandemi COVID-19

Dengan begitu, KKB maupun OPM akan terkepung dan tak bisa lagi melakukan manuver.

“Sebab jika hanya mengandalkan Polda, Kodam dan personil yang di-BKO-kan sepertinya tidak mampu menekan KKB dan OPM,” ulasnya.

“Sehingga diperlukan terobosan untuk melokalisir, menekan dan menghabisi manuver KKB di Papua,” lanjut Neta.

Terkait senjata yang digunakan KKB, Neta menduga itu didapatkan dari luar negeri.

Baca Juga  Mahfud Sebut Din Syamsuddin Tak Akan Diproses, Ferdinand: Anda Bisa Dituduh Halangi Proses Hukum

“Ditemukan juga adanya sindikat perdagangan senjata ilegal dari luar negeri masuk ke Papua,” tuturnya.

“Kondisi ini tentunya membuat KKB seakan mendapat angin untuk melakukan berbagai serangan atau kontak senjata dgn TNI maupun Polri,” pungkas Neta.

Sebelumnya, Aparat TNI dan Polri kembali terlibat kontak senjata dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kampung Ilambet, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua.

Baca Juga  Jusuf Kalla Usulkan Lockdown, Ferdinand: Asal Bicara, Harusnya Dikaji Mendalam

Baca Juga: Din Syamsuddin Hanya Kritis Ke Pemerintah, Asrul Sani: Polisi Dan KASN Tidak Perlu Tanggapi Laporan GAR-ITB

Akibatnya, seorang prajurit terluka terkena rekoset peluru dalam baku tembak ini.

“Pada hari Sabtu tanggal 13 Februari 2021 pukul 14.00 WIT, bertempat di Camp PT Unggul Jalan pinggir Kampung Ilambet, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak,” ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal melalui keterangan tertulis, Minggu (14/2/2021).

Baca Juga  Soal Proses Hukum Abu Janda, Polri: Akan Kami Selesaikan Secara Profesional

“Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali meneror personel gabungan yang hendak mengecek lokasi korban penganiayaan,” lanjutnya.

Ahmad mengungkapkan baku tembak itu terjadi usai rombongan personel TNI-Polri melakukan pengecekan di Kampung Mudidok yang telah dibakar oleh KKB.

Saat hendak kembali ke kota, sambung Ahmad tiba-tiba KKB menembaki rombongan. TNI-Polri pun melakukan perlawanan.

“Tidak terdapat korban jiwa dari personel gabungan. Saat ini personel gabungan terus meningkatkan patroli di seputaran Kota Ilaga, Kabupaten Puncak,” katanya.

Baca Juga  Seperti Moeldoko, Gatot Nurmantyo Layak Dapat Bintang Mahaputera

Baca Juga: JK Tak Percaya Pada Itikad Baik Jokowi Minta Dikritik

Sumber: pojoksatu.id

  • Bagikan