SBY Merasa Dituduh Jadi Dalang, Pemerintah Tak Tunjuk Siapa-siapa

  • Bagikan
SBY Merasa Dituduh Jadi Dalang, Pemerintah Tak Tunjuk Siapa-siapa
Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) berbincang dengan Presiden Ke-5 Megawati Soekarnoputri (kanan) saat menghadiri pemakaman ibu negara Ani Yudhoyono di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMP) Kalibata, Jakarta, Minggu, 2 Juni 2019. ANTARA

IDTODAY NEWS – Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) prihatin dituduh menjadi dalang demo omnibus law Cipta Kerja yang berujung ricuh. Pernyataan SBY diperkuat Partai Demokrat (PD). Menjawab isu tersebut, pemerintah menegaskan tidak pernah menuduh SBY.

Pernyataan ini awalnya disampaikan SBY dalam video yang diunggah di akun YouTube-nya, Senin (12/10). Format video itu adalah SBY mengobrol santai dengan sejumlah orang yang memberikannya pertanyaan. Pertanyaan itu termasuk SBY yang dituduh menggerakkan massa demo omnibus law yang berakhir ricuh.

SBY menjelaskan tidak tahu-menahu mengapa dirinya yang dituduh menjadi dalang demo ricuh. SBY lalu mengungkit tuduhan serupa kepada dirinya terkait aksi ricuh di bulan November 2016.

“Ya nggak tahu saya, nggak tahu, apa barangkali nasib saya dibeginikan terus ya. Nggak tahu saya. Memang kalau saya ikuti ya kembali seperti yang saya alami pada tahun 2016 lalu saya dituduh difitnah menunggangi, menggerakkan, membiayai, sama dengan sekarang sebuah gerakan unjuk rasa besar waktu itu,” kata SBY.

Baca Juga  GP Ansor: Aktivitas Abu Janda Di Medsos Personal, Tidak Mewakili Organisasi

Massa di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat ricuh. Massa melempari polisi dengan batu.Kericuhan saat demo 8 Oktober 2020 di Jakarta. (Foto: Grandyos Zafna)

“Jadi kalau tiba-tiba kemarin saya dituduh seperti itu ndak baik, nggak baik kalau negeri kita makin subur fitnah, hoax, tuduhan-tuduhan tidak berdasar,” ujar SBY.

SBY menyebut dia tidak akan pernah menggerakkan massa andai memang punya kemampuan seperti itu. SBY menyebut dirinya sebagai korban.

Baca Juga  Mahfud MD: Saya Setuju JK Dalam Konteks Kekosongan Pemimpin Islam, Bukan Pemimpin Formal

“Andai kata saya ini punya kemampuan menggerakkan gerakan massa yang begitu luas di tanah air kemarin, andai kata saya punya uang dan tentu uangnya itu banyak dengan menggerakkan aksi-aksi seperti itu, saya juga tidak punya niat tidak terpikir untuk melakukan sesuatu yang menurut saya tidak tepat saya lakukan,” sebut SBY.

“Dan begini. Saya menjadi korban dan jangan lupa kemarin elemen masyarakat yang melakukan unjuk rasa di mana-mana, kalau dianggap itu ditunggangi oleh orang seperti saya, digerakkan, dikasih uang, mereka juga terhina, merasa dihina dan apalagi memfitnah itu kan mempermainkan kebenaran,” jelas mantan Ketum PD ini.

SBY menegaskan umat beriman tidak sepatutnya bermain fitnah. Fitnah, kata SBY, sama saja mempermainkan Tuhan.

Baca Juga  Mahfud MD Klaim Kebakaran Kejagung Bukan Rekayasa: Pemerintah Tak Berbohong

“Jadi saya prihatin makin berkembang seperti ini, tetapi yang jelas lagi-lagi saya harus bersabar. Dulu waktu almarhumah Ibu Ani masih ada saya juga sering mengalami seperti ini tetapi nampaknya Allah masih meminta saya terus bersabar,” ucap SBY.

Usai SBY menjelaskan panjang lebar soal tuduhan dirinya sebagai dalang demo, elite PD Andi Arief menulis cuitan yang ditujukan untuk Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan, Menko Polhukam Mahfud Md, dan BIN. Dia meminta penjelasan soal pihak yang dituduh menunggangi demo omnibus law.

“Pak Airlangga Hartarto, Pak Luhut Pandjaitan dan Pak Prof Mahfud Md dan BIN, diminta Pak SBY untuk menjelaskan ke publik soal penunggang aksi Omnibus law jika ada. Agar pemerintah tidak dianggap membuat hoaks ke masyarakat,” tulis Andi Arief seperti dilihat pada Rabu (14/10).

Baca Juga  Mahfud Md Nonton 'Ikatan Cinta', Gerindra: Pejabat Kan Juga Manusia

Ketua Bappilu Demokrat Andi Arief dan Sekretaris Bappilu Kamhar LakumaniKetua Bappilu Demokrat Andi Arief (kanan). (Foto: dok. Istimewa)

Andi Arief meminta klarifikasi dari pemerintah. Selain SBY, Andi Arief mengatakan Ketum PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga dituduh di ‘belakang layar’ demo ricuh ini.

“Kalau sampai tidak ada klarifikasi dari Pak Mahfud Md, Pak Airlangga, Pak Luhut dan BIN atas tuduhan bahwa Pak SBY, AHY dan demokrat yang difitnah di belakang demo besar ini, maka tidak ada jaminan ketegangan politik akan mereda,” tambahnya.

Mahfud menanggapi cuitan Andi Arief. Mahfud menegaskan pemerintah tidak pernah menuding SBY maupun anak sulungnya AHY sebagai dalang dari demo yang berujung ricuh pada 8 Oktober 2020 lalu.

Baca Juga  Cuit Pengusaha Kuasai Ratusan Ribu Hektare HGU, Mahfud Disindir Netizen Soal Lahan Pesantren Habib Rizieq

“Klarifikasi macam apa yang diminta Mas Andi Arief? Tak seorang pun di antara kami pernah bilang Pak SBY atau AHY sebagai dalang atau membiayai unras,” cuit Mahfud.

Mahfud balik meminta Andi Arief menunjukkan kapan pemerintah menuding SBY mendalangi demo. Menurutnya, tudingan-tudingan itu hanya muncul di media sosial.

“Sebaliknya, tolong diklarifikasi kapan kami bilang begitu. Kalau ada nanti kami selesaikan. Itu kan hanya di medsos-medsos yang tak jelas,” ungkap Mahfud.

Soal siapa dalang dari demo ricuh 8 Oktober masih belum terungkap. Tetapi Ketum Partai Gerindra sekaligus Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto meyakini ada dalang dan kekuatan asing di balik demo omnibus law yang berujung ricuh ini.

Baca Juga  Mahfud Mau Mekarkan Lagi Papua, Pigai: Belajar Dulu Deh Ke Bu Mega

“Jadi coba itu anak-anak itu, pikirkan. Saya nggak yakin ya itu dari para mahasiswa dari para pemuda. Ini pasti ada dalangnya. Ini pasti anasir-anasir ini, ya kan. Ini pasti anasir yang dibiayai oleh asing. Nggak mungkin seorang patriot mau bakar milik rakyat. Kalau mau demo silakan. Demokrasi itu boleh demo. Masak bakar milik rakyat? Benar nggak? Kalau sudah begitu kita harus sangat-sangat waspada. Jadi ini sikap saya,” ujar Prabowo dalam wawancara courtesy DPP Partai Gerindra seperti dilihat Senin (12/10).

Mantan Danjen Kopassus ini mengatakan banyak hoax soal omnibus law Cipta Kerja. Menurutnya juga, banyak yang belum membaca isi dari UU Cipta Kerja.

Baca Juga  Ketua MUI: Radikal dan Intoleran Jadi Senjata Bungkam Orang Tak Disukai

Menhan Prabowo Subianto dan para menteri lain di Kabinet Indonesia Maju hadiri rapat terbatas yang digelar Jokowi. Ada sejumlah hal yang dibahas di ratas itu.Menhan Prabowo Subianto (kiri). (Foto: Rengga Sancaya)

Prabowo menyebut munculnya hoax ini ingin menyebabkan kekacauan di masyarakat. Dia tegas meyakini kekacauan itu diciptakan asing.

“Dan saya ingin memberi peringatan, hoax ini berarti ada yang ingin menciptakan kekacauan. Saya punya suatu keyakinan ini justru berasal dari luar negeri. Ada kekuatan-kekuatan asing, ada negara-negara tertentu di dunia yang tidak pernah suka Indonesia aman dan maju,” sebut Prabowo.

Sumber: detik.com

  • Bagikan