IDTODAY NEWS – Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menetapkan PSBB total di wilayah DKI memunculkan pro dan kontra.

Bahkan, Anies “dikeroyok” menteri pembantu Presiden Joko Widodo. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuding kebijakan Anies itu menyebabkan IHSG turun.

Tak hanya itu, Walikota Bogor Bima Arya pun turut “membully” Anies. Bima menyatakan bahwa PSBB Total di DKI tidak jelas. Hal itu diungkapkan Bima usai rapat dengan Anies Baswedan.

Pernyataan Bima Arya itu disesalkan banyak pihak. Aktivis politik Irvan Gani mengaitkan pernyataan Bima Arya itu dengan masa jabatannya yang akan segera habis.

“Cuuuuy, dah habis masa jabatan bernyanyi yang merdu. Siapa tahu bisa jadi Wagub DKI. Warga loe yang nyari duit di Jakarta naik commuter line berapa banyak? Loe korbanin warga loe,” tulis Irvan di akun Twitter @ghanieierfan.

“Politisi cari panggung. Bentar lagi pengangguran,” tambah @ghanieierfan.

@ghanieierfan juga menanggapi cuitan akun @1500MSWL yang meminta Anies tidak rapat dengan setingkat walikota yang tidak selevel dengan gubernur. “Pikirannya dah menceng,” tegas @ghanieierfan.

Baca Juga  Puluhan Bus Bekas yang Terbakar di Bogor Bukan Milik Transjakarta, Lalu Punya Siapa?

Di sisi lain, dari kalangan pelaku usaha menyebut kebijakan PSBB total akan berakibat pada PHK masal. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani memperkirakan 30 persen pekerja di ibu kota bisa terkena PHK atau dirumahkan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan