Menkeu Sri Mulyani
Menkeu Sri Mulyani

Serapan Dana Corona Rendah, Sri Mulyani Malah Salahkan Menteri Baru

IDTODAY NEWS – Di tengah rendahnya penyerapan dana penanganan virus corona baru (Covid-19) yang hanya menyentuh Rp 151,25 triliun atau 21,75 persen, Menteri Keuangan Sri Mulyani justru menyindir para menteri baru.

Sri Mulyani menyatakan bahwa kendala belum maksimalnya penyerapan karena banyak menteri yang baru menjabat. Selain itu, dalam 3 bulan terakhir kebijakan pemerintah kerap berubah.

“Beberapa menteri juga masih baru. Tidak semua benar-benar paham birokrasi, belum pernah bekerja di pemerintah. Covid menghantam kebutuhan budget mereka, ada yang harus dipotong, ada yang harus diprioritaskan. Ini menjadi tantangan bagi mereka untuk manage sambil WFH,” demikian kata Sri Mulyani, Rabu (19/8).

Baca Juga  Jokowi Sebut APBN 2021 Defisit Rp 971 Triliun, Dari Mana Menambalnya?

Presiden kata Sri Mulyani berkali-kali meminta agar penyerapan dana penanganan covid-19 dan pemulhan ekonomi nasional senilai Rp 695,2 trilun itu dimaksimalkan.

Sri Mulyani mengaku penerapan work from hom (WFH) turut menjadi kendala dalam implementasi alokasi anggaran yang sudah ditentukan. Apalagi, pandemik Covid-19 belum menandakan akan segera berakhir.

“Covid menyebar secara global, dan masih belum mencapai puncak. Tentu, pendapatan pemerintah akan jatuh dengan aktivitas ekonomi yang terhambat. Disisi lain, perlu ada budget untuk kesehatan yang dinaikkan secara drastis,” demikian kata Menteri Keungan dua periode ini.

Baca Juga  Jokowi Ngaku Kecolongan Varian Delta, Alvin Lie: Akibat Saran Ahli Diabaikan tapi Utamakan TKA

Sri Mulyani mengatakan, saat ini seluruh kementerian bekerja keras untuk memaksimalkan penyerapan dana Corona. Beberapa yang menjadi prioritas adalah 60 juta pelaku usaha mirko, kecil dan menengah (UMKM) dan juga dana perlindungan sosial.

“Semua kementerian seakan melihat di bawah mikroskop. Menkeu menyediakan ke presiden, dan seluruh kementerian, data anggaran yang diperlukan untuk dialokasikan. Presiden nanya, ini adalah waktu bagi semua menteri untuk melihat mikrodetail di situasi ini. Kita sedang bekerja gila gilaan ini untuk melihat detailnya di masing2 sektor,” pungkas Sri Mulyani.

Baca Juga  Lipatgandakan Potensi Suara Eri-Armudji, PDIP Surabaya Latih 10 Ribu Saksi

Sumber: rmol

Tinggalkan Balasan