IDTODAY NEWS – Turki menggelar latihan militer tahunannya di Laut Mediterania Timur di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.

Latihan yang disebut dengan “Martyr Capt. Cengiz Topel Mediterranean Storm 2020” tersebut digelar selama lima hari, mulai dari Minggu (6/9) hingga Kamis (10/9). Nama diambil dari seorang pilot Angkatan Udara Turki yang menjadi martir selama konflik di pulau tersebut pada 1964.

Baca Juga  Erdogan Sukses Memosisikan Diri sebagai Pemimpin Negara Arab?

Kementerian Pertahanan menjelaskan, latihan juga akan melibatkan Republik Turki Siprus Utara (TRNC), di mana semua matra dikerahkan.

“Tujuan dari latihan, yang direncanakan setiap tahun, ini adalah untuk mengembangkan pelatihan timbal balik, kerja sama dan interoperabilitas antara Komando Pasukan Perdamaian Siprus Turki dan Komando Pasukan Keamanan TRNC,” ujar kementerian seperti dikutip Anadolu Agency.

Strategisnya Laut Mediterania membuat Turki dan Yunani bersengketa. Kawasan tersebut merupakan gerbang ke Laut Merah dan Eropa. Selain itu, wilayah tersebut juga diyakini memiliki cadangan sumber daya gas yang melimpah.

Baca Juga  Ternyata Israel Sedang Dilanda Ketakutan Ancaman Perang Turki

Perselisihan antara Turki dan Yunani membuat Pulau Siprus terbelah pada 1963 menjadi Siprus-Turki dan Siprus-Yunani.

Dalam beberapa waktu terakhir, ketegangan di Mediterani Timur meningkat ketika Yunani dan rekan-rekannya di Eropa berusaha untuk memblokir upaya eksplorasi energi yang dilakukan oleh Turki.

Pengumuman latihan militer oleh Turki muncul setelah NATO mendesak Turki dan Yunani untuk melakukan dialog di Brussels. Sedangkan, Presiden Dewan Eropa, Charles Michel mengusulkan pembukaan konferensi multilateral di Mediterania Timur dengan negara-negara Uni Eropa, Turki, serta mitra lain di kawasan.

Baca Juga  Murka Akunnya Diblokir, Donald Trump Tuding Twitter Bersekongkol Dengan Kaum Radikal Kiri Untuk Membungkamnya

Sumber: rmol.id

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan