Ujang Komarudin: Kepala Daerah Terjebak Pencitraan Bantuan Korban Banjir

Ujang Komarudin: Kepala Daerah Terjebak Pencitraan Bantuan Korban Banjir
Direktur Eksekutif IPR Ujang Komarudin/RMOL

IDTODAY NEWS – Banjir yang melanda sejumlah daerah di Jawa Barat sejatinya bukan hal yang asing. Seperti di Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Subang, Kota Bekasi, dan Kabupaten Sumedang nyaris setiap tahun jadi wilayah yang terdampak banjir akibat intensitas hujan yang sangat tinggi.

Sehingga, seharusnya para Kepala Daerah sudah punya road map penanggulangan bencana, khususnya terkait penanganan banjir yang kerap melanda.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Semarang Banjir, Nama Anies Trending Topic, Warganet: Pak Anies Gak Becus Kerja!

“Kepala daerah harusnya punya perencanaan penanganan banjir yang nyata dan komprehensif. Harusnya ada road map pengendalian banjir. Agar banjir tak datang berulang setiap tahun,” kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin, kepada Kantor Berita RMOLJabar, Kamis (25/2).

Baca Juga: Kerumunan Jokowi di NTT, Demokrat: Presiden Menguji Kapolri, Mantan Ajudannya

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia itu meminta Kepala Daerah untuk tidak selalu menyalahkan kondisi cuaca yang setiap tahun terjadi.

Baca Juga  Benny K Harman: RUU Ciptaker Tidak Punya Urgensi Di Tengah Penderitaan Masyarakat

Akan tetapi harus berpikir bagaimana membuat berbagai kebijakan dalam rangka mencegah terjadinya bencana banjir. Misalnya kebijakan tata ruang atau pembangunan yang lebih mementingkan lingkungan.

Jangan sampai, lanjut dia, bencana banjir ini hanya dijadikan alat oleh para kepala daerah untuk meningkatkan pencitraan di mata masyarakat. Karena rakyat butuh kebijakan yang konkret, bukan hanya bantuan yang kerap disalurkan saat bencana tiba.

Baca Juga  Komentar 'Pedas' Rizal Ramli Soal Klaim Ma'ruf Amin Terkait Penanganan Covid-19 RI Lebih Baik

“Saat ini para kepala daerah terjebak pada industri pencitraan dan mengkapitalisasi banjir untuk kepentingan dirinya masing-masing. Rakyat butuh solusi. Tak boleh juga kepala daerah dan wakil rakyat di daerah hanya mengandalkan memberi bantuan ketika banjir. Itu bukan solusi. Tapi itu bantuan praktis,” tegasnya.

Di samping itu, Ujang juga meminta kepada masyarakat untuk lebih posesif terhadap calon kepala daerah di setiap perhelatan Pilkada. Ujilah para kandidat seberapa jauh pengetahuannya terhadap penanganan bencana.

Baca Juga  NasDem Sebut Anies Lambat Tangani Banjir di Jakarta

Jangan sampai, setiap Pilkada hanya kemiskinan, lapangan pekerjaan, ataupun pengangguran yang hanya dijadikan sebagai visi misi mereka. Akan tetapi soal kebencanaan juga yang harus dimiliki oleh para kandidat.

“Ya harusnya siapkan konsepnya untuk pencegahan. Agar banjir tak menerjang rakyat Jabar,” pungkasnya.

Baca Juga: SBY Tak Ingin seperti Amien Rais yang Ditendang dari PAN

Sumber: rmol.id

Pos terkait