Gatot Nurmantyo
Wajar Gatot Nurmantyo Takut, PKI Ngeri! (Foto: Instagram/nurmantyo gatot)

Wajar Gatot Nurmantyo Takut, PKI Ngeri!

IDTODAY NEWS – Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Jokowi terkait dugaan kebangkitan komunisme atau PKI gaya baru.

Pernyataan Gatot itu langsung menjadi bahan pembicaraan panas di tengah masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.

Banyak pihak yang menilai pernyataan Gatot sudah tidak relevan pada masa sekarang.

Namun, ada juga yang menganggap peringatan dari Gatot merupakan hal yang harus diperhatikan.

Baca Juga  Jawab JK Soal Cara Mengkritik Yang Tidak Dipolisikan, Jubir Jokowi Minta Masyarakat Baca UUD 1945 Hingga UU ITE

Menurut pengamat politik dan militer Profesor Salim Said, bahwa komunisme sebagai ideologi sudah bangkrut dan tidak relevan lagi.

Penilaiannya itu diungkapkan dalam kanal Hersubeno Point di YouTube, Jumat (25/9).

Namun, Salim mengaku bisa memahami kekhawatiran Gatot Nurmantyo tentang kebangkitan PKI gaya baru.

Menurut mantan Ambasador RI di Republik Ceko itu pun mengaku pernah mengunjungi Uni Soviet yang kini bubar dan menjadi Rusia.

Baca Juga  Polisi Dikecam Gara-Gara Bubarkan Orasi Gatot Nurmantyo, “Dimana Kebabasan yang Dijamin Konstitusi?”

“Di Rusia partai komunis, tidak ada lagi bekasnya. Bahkan China yang dikuasai partai komunis pun sudah tidak menerapkan komunisme lagi,” ujar Peraih gelar doktor dari Ohio University, Amerika Serikat itu.

Meski begitu, Salim juga menilai PKI sangat pandai menyusup sejak dahulu.

Ia pun mengulas sejarah Indonesia yang menunjukkan bahwa PKI tidak pernah berkuasa, akan tetapi ikut berkuasa semata-mata karena ada doktrin nasionalis, agama dan komunis (Nasakom).

Baca Juga  Sidarto Danusubroto: UU Cipta Kerja Akan Pangkas Dan Tenggelamkan Mafia Birokrasi

Menurut mahaguru di Universitas Pertahanan itu, Nasakom yang merupakan ide Proklamator RI yang memiliki obsesi besar tentang persatuan sehingga berupaya menyatukan kalangan nasionalis, Islam dan komunis.

“Tidak ada masalah waktu itu, bahkan banyak orang PKI itu tokoh-tokoh Islam tadinya, jadi nggak ada masalah. Namun setelah peristiwa Gerakan 30 September 1965 atau G30S (Gestapu), Bung Karno tetap mempertahankan idenya tentang Nasakom dengan tidak mengkritik Nasakom dan tidak pernah membubarkan PKI,” tegasnya.

Baca Juga  Sufmi Dasco Tidak Mau Berasumsi Soal Pencopotan Gatot Nurmantyo

Salim juga menganggap PDI Perjuangan yang muncul pascareformasi berupaya melanjutkan kebijakan Bung Karno. Bahkan muncul sebuah buku karya Ribka Tjiptaning seorang pengurus PDIP yang berjudul Aku Bangga Jadi Anak PKI.

“Dia pengurus PDIP dan tidak pernah ditegur oleh PDIP, dibiarkan. Kesimpulan orang bahwa PDIP itu menganggap PKI itu tidak apa-apa, Nasakom itu tidak apa-apa,” ulas penulis buku Dari Gestapu ke Reformasi itu.

Baca Juga  Siap Mengawal Kedatangan Gatot Nurmantyo, BM KAMI: Kami Akan Dampingi Beliau Kemanapun Pergi

Salim pun menganggap ketakutan Gatot Nurmantyo soal PKI merupakan bentuk kesadarannya yang tinggi akan ancaman kebangkitan komunis.

Salim juga membeber pengamatannya soal Gatot yang acap kali berkoar soal komunisme sekarang ketimbang saat masih menjadi Panglima TNI.

“Kenapa tidak dari dulu waktu jadi panglima, jawabannya karena dia jenderal yang taat, hormati aturan, dan disiplin. Dia tidak bisa ngomong sembarangan. Paling jauh, ya sudah tonton itu film G30S/PKI,” pungkas Salim.

Baca Juga  TNI Disebut Seperti Era Orde Baru, Mahfud Md: Terserah Gatot Nurmantyo

Sumber: genpi.co

Tinggalkan Balasan