Wapres Berharap Program Vaksinasi Covid-19 Jadi Basis Pemulihan Sektor Pariwisata

Wakil Presdien Ma’ruf Amin saat menghadiri acara Rapat Koordinasi Nasional Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2021 bertema ‘Bergerak Bersama untuk Percepatan Penurunan Stunting’ secara daring, Senin (23/8/2021).(Dok. KIP/Setwapres)

IDTODAY NEWS – Wakil Presiden Ma’ruf Amin berharap program vaskinasi Covid-19 dapat menjadi basis pemulihan sektor pariwisata.

Hal tersebut disampaikan Ma’ruf dalam Hybrid Event Leaders Summit Asia, Global Tourism Forum (GTF) 2021, Rabu (15/9/2021).

“Program vaksinasi diharapkan mampu menjadi basis yang kuat menuju pemulihan sektor pariwisata serta menciptakan optimisme masyarakat,” ujar Ma’ruf dalam sambutannya.

Meskipun demikian, kata dia, pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin harus tetap dilakukan.

Pasalnya, dalam upaya pemulihan pariwisata tahun 2021, pemerintah Indonesia tetap memberikan prioritas pada aspek kesehatan dan keselamatan masyarakat.

“Hal tersebut antara lain melalui penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi Covid-19,” kata Ma’ruf.

Ma’ruf mengatakan, program vaksinasi dilaksanakan dengan sasaran dan skala prioritas yang tepat. Hal tersebut bertujuan untuk mencapai herd immunity pada akhir 2021 sesuai target pemerintah.

Terlebih, sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19 pemerintah juga menargetkan 77 persen atau sekitar 208 juta penduduk Indonesia dapat divaksinasi. “Hal ini akan menjadi game changer bagi sektor pariwisata,” kata dia.

Baca Juga  Sindir Pemerintah? Ibas Putra SBY Singgung ‘Negara Gagal’: Jangan Sampai Akibat Ketidakmampuan Selamatkan Rakyat

Menurut Ma’ruf, sektor pariwisata menjadi sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19 karena jumlah kunjungan wisatawan yang mengalami penurunan.

Ma’ruf mengatakan, tahun 2020 merupakan tahun yang berat bagi industri pariwisata global. Data Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO) menunjukkan, jumlah wisatawan internasional menurun 74 persen secara global akibat pandemi.

Potensi pendapatan yang hilang akibat hal itu mencapai 1,3 triliun dollar AS. Selain itu, 100-120 juta pekerja pariwisata juga tercatat harus kehilangan pekerjaan mereka.

Baca Juga  Puan Minta Pemerintah Perbaiki Akses Informasi Pelayanan Kesehatan

Di wilayah Asia dan Pasifik, kata dia, penurunan wisatawan paling drastis terjadi yakni mencapai 84 persen.

“Untuk Indonesia, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tahun 2020 hanya mencapai 4,02 juta kunjungan atau turun 75,03 persen dibandingkan tahun 2019 yang tercatat 16,11 juta kunjungan,” ucap dia.

Sumber: kompas.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan