Pemerintah Klaim UU Cipta Kerja Perkuat Pelaku UMKM
Wakil Presiden Maruf Amin saat menjadi keynote speaker di acara 1st International Conference on Islamic Civilization (1st ICIC) yang digelar Universitas Islam Sultan Agung (Unisula) secara daring, Kamis (27/8/2020).(Foto: KIP/Setwapres)

Wapres Ma’ruf Sebut MUI Dilibatkan Dalam Proses Pengadaan Vaksin Covid-19

IDTODAY NEWS – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan MUI sudah dilibatkan pemerintah sejak awal pandemi di Indonesia, termasuk dalam proses pengadaan vaksin Covid-19.

Hal in dikatakan Ma’ruf saat melakukan dialog dengan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 dr Reisa Brotoasmoro dari siaran Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (16/10/2020).

“Untuk vaksin, saya sudah minta (MUI) dilibatkan dari mulai perencanaan, pengadaan vaksin, kemudian pertimbangan kehalalan vaksin, audit di pabrik vaksin, termasuk kunjungan ke fasilitas vaksin di RRT (Republik Rakyat Tiongkok). Kemudian juga terus mensosialisasikan ke masyarakat dalam rangka vaksinasi,” ujar Ma’ruf.

Baca Juga  Buka Rapimnas IPNU, Maruf Amin Menambahkan Satu Pradigma Baru Untuk NU

Terkait kehalalan vaksin Covid-19, Ketua MUI non aktif itu menekankan bahwa vaksin yang akan diberikan ke masyarakat harus mengantongi sertifikat halal.

Sertifikat halal kata Ma’ruf, harus dari lembaga yang memiliki otoritas, dalam hal ini Majelis Ulama Indonesia.

“Apabila itu halal, itu kan tidak menjadi masalah, tetapi harus ada sertifikatnya oleh lembaga yg memiliki otoritas, dalam hal ini MUI,” ucap dia.

Baca Juga  Suntik Vaksin, Nakes COVID-19 Tangsel Pusing, Gatal-gatal, dan Ruam Merah

Meski dmeikian, Ma’ruf mengatakan jika vaksin terbuat diproses dalam keadaan darurat diperbolehkan belum memiliki sertifikat halal.

“Tapi dengan penetapan oleh lembaga bahwa iya ini boleh digunakan karena keadaannya darurat, tapi harus ada ketetapan yang dikeluarkan oleh MUI,” kata dia.

Sumber: suara.com

Tinggalkan Balasan