Wapres: RI Masih Kekurangan Lembaga Mikro Syariah

Wakil Presiden Maruf Amin saat memberikan ucapan Peringatan Hari Pahlawan 2020, Selasa (10/11/2020).(Foto: Dok. KIP/Setwapres)

IDTODAY NEWS – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan, jumlah baitu al-maal wa al-tamil (BMT) di Indonesia harus ditingkatkan.

Pasalnya, sebagai negara mayoritas muslim dengan 221 juta penduduk, kata dia, Indonesia masih kekurangan lembaga keuangan mikro syariah.

BMT dinilai Ma’ruf memiliki potensi untuk memberikan pembiayaan terhadap usaha mikro kecil menengah (UMKM) syariah.

“BMT perlu ditingkatkan jumlahnya, karena Indonesia sebagai negara dengan 221 juta penduduk muslim, masih kekurangan lembaga keuangan mikro syariah,” ujar Ma’ruf dalam acara BMT Summit 2020 yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI), Senin (16/11/2020), secara virtual.

Oleh karena itu, kata dia, perlu dibangun pusat-pusat pelatihan lembaga mikro syariah di berbagai daerah.

Pusat-pusat pelatihan tersebut akan menjadi pusat pembinaan dan pengembangan BMT.

Ma’ruf mengatakan, keberlangsungan BMT tidak dapat dipisahkan dari kualitas pelaku usaha mikro yang akan menjadi calon nasabah dari BMT itu sendiri.

Dengan demikian, peningkatan kualitas pelaku UMKM tersebut diperlukan, salah satunya melalui pusat-pusat pelatihan yang dimaksud.

Baca Juga  Wapres: Sosialisasi Vaksinasi Covid-19 Harus Bijak, Jangan Ada Kesan Memaksa

Selain itu, kata dia, pembangunan pusat-pusat bisnis syariah (Sharia Business Center) yang didukung oleh infrastruktur digital sebagai sarana interaksi antar pelaku bisnis syariah juga diperlukan.

“BMT adalah lembaga keuangan mikro syariah inovasi anak bangsa yang tidak dimiliki negara-negara muslim lainnya. Banyak negara berpenduduk muslim, yang memiliki jumlah usaha mikro dan kecil yang banyak, ingin mempelajari dan menerapkan model BMT di negaranya,” kata Ma’ruf.

Baca Juga  Menko Airlangga: Cakada Harus Siapkan Gagasan Penanganan Covid-19 Untuk Dipilih Masyarakat

Oleh karena itu, menurutnya sudah menjadi kewajiban bangsa Indonesia untuk menguatkan BMT yang sudah dimiliki.

Tujuannya adalah agar BMT terbukti menjadi solusi bagi penguatan ekonomi umat sehingga dapat direplikasi di berbagai negara muslim lainnya.

Sumber: kompas.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan