IDTODAY NEWS – Penanganan kesehatan Covid-19 dan pemulihan ekonomi harus seimbang. Keduanya harus dilakukan secara tepat.

Begitu kata Kepala Bappilu DPP Partai Demokrat Andi Arief menanggapi pernyataan terbaru Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut penanganan pandemik Covid-19 harus diutamakan setelah pemulihan ekonomi.

“Harus dua-duanya. Penanganan corona serius dan pemulihan ekonomi yang tepat,” kata Andi Arief, Senin (7/9).

Andi Arief turut menyesalkan penanganan pemerintah yang salah di awal pandemi Covid-19 terjadi di tanah air. Pemerintah, seharusnya lebih sigap dalam menanggapi krisis kembar (kesehatan dan ekonomi) di awal.

Kini salah satu cara yang bisa dilakukan pemerintah agar penanganan corona tidak semakin kacau adalah dengan “mengunci” mulut orang-orang di sekitar kepala negara agar dia fokus pada penanganan pandemi Covid-19.

“Sudah ada krisis kembar akibat salah penanganan di awal. Kerja serius, mulut orang sekitar dikunci jangan terlalu banyak bicara Pancasila. Yang melahirkan Pancasila aja bingung, apalagi yang hidup saat ini,” demikian Andi Arief.

Baca Juga  Andi Arief: Apa Yang Pemimpin Lakukan Jika 10 Hari Terakhir Kasus Corona Naik 48 Persen?

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan penanganan pandemik Covid-19 harus diutamakan ketimbang persoalan ekonomi. Menurutnya, jika kesehatan tertangani secara otomatis ekonomi akan membaik.

“Kesehatan yang baik akan menjadikan ekonomi kita baik. Artinya fokus kita tetap nomor satu adalah kesehatan, adalah penanganan Covid. Karena memang kuncinya ada di sini,” ujar Jokowi dalam Rapat Paripurna Kabinet Indonesia Maju bertajuk “Penanganan Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi Tahun 2021”, di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (7/9).

Baca Juga  Tanggapi Isu Sumbangan 2T Palsu, Waketum MUI Ngaku Sedih dan Patah Hati: Kecewa, Apa Motivasinya?

Sumber: rmol.id

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan