Adhie Massardi: Jika 1 Dolar AS Sudah Rp 10 Ribu Berarti Kita Punya Presiden Yang Benar

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi/RMOL

IDTODAY NEWS – Pernyataan Presiden Joko Widodo yang mencla-mencle mendapat sorotan tajam dari banyak kalangan. Utamanya saat mantan walikota Solo itu mengatakan bahwa penanganan virus corona menjadi yang utama.

Pernyataan ini seolah berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada. Di mana saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengejawantahkan pernyataan Jokowi lewat penerapan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), para menteri justru ramai mengkritik.

Baca Juga  Fraksi PKS: Jangan Sampai BPOM Disetir Pihak Tertentu Dalam Terbitkan Izin Vaksin Sinovac

Tokoh nasional DR. Rizal Ramli bahkan bertanya-tanya, sebenarnya Jokowi adalah seorang presiden atau bukan.

“Kok menteri-menterinya bisa menggergaji arahannya?” tanya Rizal Ramli dalam akun Twitter pribadi beberapa waktu lalu.

Kicauan ini pun mendapat tanggapan dari Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi. Dia tidak berkomentar banyak, hanya memberi indikator cara menilai kehadiran presiden yang baik.

Baca Juga  Ruhut Sebut Anies tak Mengerti yang Dikerjakannya: Enggak Malu Ngomong Begitu?

Salah satunya dengan membuka kembali catatan janji Jokowi di pilpres, baik 2014 maupun 2019. Saat itu, Jokowi berjanji akan memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“Jadi bagi para pencatat janji kampanye pilpres indikator kepresidenan itu sederhana saja. Jika 1 dolar AS sudah = Rp 10.000 artinya kita sudah punya presiden yang baik dan benar,” terangnya.

Namun kenyataannya, kini nilai 1 dolar AS hampir menembus Rp 15 ribu.

Baca Juga  Penundaan Pilgub DKI 2022 Dinilai Zalimi Anies Baswedan

Sumber: rmol.id

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan