Bandingkan UI Dan Harvard, Akbar Faizal Sarankan Prof. Ari Kuncoro Pilih Rektor Atau Komisaris BUMN

  • Bagikan
Bandingkan UI Dan Harvard, Akbar Faizal Sarankan Prof. Ari Kuncoro Pilih Rektor Atau Komisaris BUMN
Cuitan Akbar Faizal soal sara pada Rektor UI untuk memilih salah satu jabatan/Repro

IDTODAY NEWS – Direktur Eksekutif Nagara Institute Akbar Faizal secara terbuka meminta Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof Ari Kuncoro untuk memilih, menjabat Rektor atau tetap sebagai Komisaris BUMN.

Permintaan itu disampaikan Politisi Partai Nasdem itu melalui laman Twitter pribadinya, Rabu malam (21/7).

Kata Akbar, seharusnya Prof Ari Kuncoro sebagai pemimpin tertinggi di UI membantu bangsa Indonesia agar tetap berjalan sesuai garis konstitusi.

Baca Juga  Anies Minta Sumbangan Kedubes, Denny Siregar: Ente Gubernur Bukan Presiden

“Yth. Rektor @univ_indonesia. Prof Ari Kuncoro, lepaskan salah satunya: Rektor atau Komisaris BUMN. Bantu bangsa ini mengembalikan kewarasan bangsa yang seharusnya menjadi concern Anda,” demikian permintaan Akbar Faizal.

Terkait urusan Peraturan Pemerintah yang membolehkan rangkap jabatan sebagaimana perubahan Statuta UI yang diteken Joko Widodo, Akbar menyarankan kepada Guru Besar Ilmu Ekonomi UI itu menjadi urusan pihak yang menerbitkan yakni Presiden.

Baca Juga  ProDEM: Negara Benar-Benar Telah Bangkrut, Tapi Pemimpin Belum Sadar Diri

“Soal PP yang menjadi pijakan Anda, biar menjadi urusan yang menerbitkannya,” demikian kata mantan Anggota DPR RI itu seraya mentautkan tagar #alumniuitakmabukjabatan.

Masih terkait dengan saran kepada Rektor UI, Akbar juga menucitkan tentang kampus Harvard University. Sejak berdiri diungkapkan pria asal Makassar itu, Havard sangat concern melahirkan tokoh dunia dunia dan melahirkan peraih nobel.

Akbar juga menyebutkan kampus berlevel dunia lainnya seperti Stanford, Oxford dan Cambridge.

Baca Juga  Jabatan Komisaris & Direksi BUMN Terbuang, Pengamat: Relawan Kena Tipu Jokowi

Dalam pandangan Akbar, pemimpin tertinggi kampusnya tidak sibuk mengurusi jabatan komisaris dan juga menteri, tetapi fokus mencetak generasi pengatur dunia.

“Harvard disiplin pada keilmuan lahirkan 161 Nobel Prize dan 8 presiden USA plus tokoh dunia lainnya. MIT 95 Nobel, Stanford 17 Nobel. Oxford 72 Nobel. Cambridge 121 Nobel. Rektornya tak gelisah menjadi komisaris atau menteri. Mereka gelisah mencetak pengatur dunia,” demikian ulasan Akbar Faisal.

Baca Juga  Double Mistake, Presiden PKS: Pemerintah Gagal Mitigasi Pandemik Dan Pemulihan Ekonomi

Sejak sebulan lalu Rektor UI Prof Ari Kuncoro menjadi sorotan. Sebabnya, selain menjabat sebagai pemimpin kampus ia juga menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama PT Bank Rakyat Indonesia/ BRI (Persero) Tbk sejak tahun 2020.

Prof Ari dinilai melanggar Statuta UI karena sesuai Peraturan Pemerintah (PP) 68/2013 tentang Statuta UI. Salah satu pasalnya melarang rektor UI merangkap jabatan pejabat di perusahaan pelat merah.

Baca Juga  Refly Harun: Pasal 160 KUHP Tidak Bisa Dikenakan kepada Habib Rizieq

Presiden Joko Widodo kemudian merevisi dengen mengeluarkan Revisi Statuta UI yang baru termuat dalam PP 75/2021.

Dalam PP yang sudah diundangkan itu, Rektor hanya dilarang menjadi direksi BUMN/BUMD.

Sosok Prof Ari Kuncoro tak asing di lingkaran jabatan Komisaris BUMN. Sebelumnya sejak tahun 2017 hingga tahun 2020 Komisaris Utama/Independen PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Pria lulusan UI ini pernah mengenyam pendidikan S2 di University of Minnesota dan menyelesaikan S3 di Brown University.

Baca Juga  Tanggapi Polemik Tanah Markas Syariah, Mahfud Md: Kita Usul Jadi Ponpes Bersama

Dalam bidang riset, reputasinya tidak main-main. Situs resmi UI menyebutkan Ari Kuncoro dengan Goggle H-inde 14. Artinya versi RePEC, Ia adalah peringkat pertama di Indonesia untuk sitasi karya ilmiah.

Mantan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI ini mendapat amanah sebagai Rektor UI mulai tahun 2019 hingga 2024 mendatang.

Sumber: rmol.id

  • Bagikan