IDTODAY NEWS – Ramainya kasus penganiyaan yang dilakukan oleh Mario Dandy Satrio hingga banyaknya pejabat yang pamer harta kekayaan disebabkan oleh krisis keteladanan dari rezim Joko Widodo.

Analis sosial politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun mengatakan, peristiwa Mario secara substantif disebabkan karena krisis keteladanan dari rezim saat ini.

“Jokowi dan keluarganya tidak layak menjadi role model di tengah krisis keteladanan. Ini problem sangat serius saat yang kemudian merusak jalannya pemerintahan dan negara. Banyak pejabat negara dan keluarganya saat ini kekayaanya mencurigakan,” ujar Ubedilah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (8/3).

Termasuk kata Ubedilah, kekayaan dua anak Presiden Jokowi dan menantunya, jika dicermati terlihat secara jelas tidak wajar. Yang lebih mirisnya kata Ubedilah, pamer kekayaan dilakukan oleh anak presiden, baik saat pernikahan dengan model kerajaan maupun dalam kehidupannya.

“Terbaru Kaesang pamer PAP dari istrinya yang diambil dari kursi pesawat kelas tinggi. Jadi terlihat keluarga Presiden juga senang pamer kekayaan,” kata Ubedilah.

Dengan demikian kata Ubedilah, sebagai warga negara, dirinya meminta kepada Presiden Jokowi untuk menjelaskan kepada publik bahwa hartanya dan harta anak-anaknya, yakni Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, serta menantunya Bobby Nasution didapat dengan cara wajar.

Baca Juga  Jokowi Bermimpi: RI Bisa Melompat Tinggi dalam Kondisi Krisis

“Gibran, Kaesang dan Bobby perlu menyampaikan kepada publik asal muasal harta dan sumber modal perusahaan mereka yang banyak itu,” terang Ubedilah.

Karena kata Ubedilah, Presiden Jokowi diharapkan untuk tidak hanya mengingatkan bawahannya untuk tidak hidup mewah, tetapi juga bersedia kekayaannya dan kekayaan anaknya diumumkan. Dan bila perlu, penegak hukum tidak hanya mencurigai kekayaan pegawai pajak, tetapi juga kekayaan anak-anak presiden dan menantunya.

Baca Juga  Oposisi Sambut Baik Jokowi Bentuk "Menteri Kabinet 2024", Tapi Masih Jauh Siapa Yang Capres

“Jika presiden dan anak-anaknya mau terbuka, itu baru Jokowi punya otoritas moral untuk mengingatkan bawahannya tidak hidup mewah dan tidak pamer kekayaan. Jika tidak seperti itu, jangan heran jika pada akhirnya kekayaan yang mencurigakan itu berujung pada penjara untuk anak-anak presiden dan menantunya itu,” pungkas Ubedilah.

Sumber: rmol.id

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan