Datangi Natuna, Letjen TNI Muhammad: Tugas Tentara adalah Perang

  • Bagikan
Datangi Natuna, Letjen TNI Muhammad: Tugas Tentara adalah Perang
Kasum TNI Letjen TNI Muhammad Herindra,(Foto: Puspen TNI)

IDTODAY NEWS – Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letnan Jenderal TNI Muhammad Herindra pada hari Kamis, 10 Desember kemarin telah mengunjungi tiga satuan tempur TNI yang bertugas dalam pengamanan pulau terluar di Natuna. Satuan TNI yang dikunjungi oleh Kasum TNI itu adalah Satuan Radar (Satrad) 212, Rumah Sakit Integrasi, dan Hanggar Integratif.

Dalam kunjungannya, Kasum TNI Letjen TNI Muhammad Herindra menyempatkan diri untuk bertemu dengan Para Komandan Satuan TNI Terintegrasi atau STT yang bertugas di pulau terluar Natuna.

Baca Juga  Sebagai Menhan, Prabowo Harus Perjuangkan RUU Keselamatan Dan Kejahatan Terhadap Negara

Letjen TNI Muhammad pun telah mengingatkan kepada para komandan satuan bahwa tugas utama tentara adalah perang. Oleh karena itu, untuk melakukan peperangan harus disusun organisasi yang efektif di masa damai.

“Untuk itu, perlu adanya sinkronisasi terhadap Satuan TNI Terintegrasi (STT) sebagai satuan yang disiapkan untuk menghadapi peperangan digaris depan,” kata Letjen TNI Muhammad Herindra dalam keterangan yang diterima VIVA Militer, Jum’at, 11 Desember 2020.

Baca Juga  Austria Peringatkan Prabowo, Jet Tempur Bekas untuk TNI Banyak Masalah

Selain bertemu dengan para Komandan Pasukan STT TNI, Kasum TNI juga melakukan peninjauan di wilayah perairan Natuna melalui pesawat intai maritim TNI AU dan berkomuniksi langsung dengan Komandan KRI Bung Tomo 357 Kolonel Laut (P) Hendro Sugiarto yang tengah melakukan pengamanan di wilayah perairan Natuna.

Untuk diketahui, Satuan TNI Terintegrasi (STT) merupakan satuan strategis penjaga pulau terluar NKRI yang baru diresmikan oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto pada Desember 2018 silam.

Baca Juga  Cerita Mantan Panglima TNI Djoko Suyanto Rawat 16 Anggota Keluarga dan Karyawan Positif Covid-19

Satuan TNI Terintegrasi (STT) ini merupakan kekuatan satuan daya tangkal (detterence effect) terhadap berbagai ancaman yang kemungkinan datang dari pulau terluar Natuna yang berbatasan langsung dengan Laut China Selatan (LCS).

Perlu diketahui pula, Satuan TNI Terintegrasi (STT) di Pulau Natuna terdiri dari gabungan kekuatan satuan tempur TNI tiga matra. Diantaranya unsur TNI AD diperkuat oleh Batalyon Komposit Kompi Zeni Tempur, Baterai Rudal Arteleri Pertahanan Udara, dan Baterai Artileri Medan.

Baca Juga  Terobos Laut Indonesia, 2 Kapal Komunis Vietnam Disergap TNI

Kemudian, satuan TNI AL terdiri dari Kompi Komposit Marinis dan fasilitas pelabuhan untuk mendukung operasional Kapal Perang TNI AL yang beroperasi di perairan Natuna. Sedangkan dari TNI AU terdapat Pangkalan Udara TNI AU yang dilengkapi dengan fasilitas Hanggar Integratif dan Hanggar Skuadron Unmanned Aerial Vehicle (UAV) untuk mendukung operasional Pesawat Udara TNI.

Baca Juga: Viral Kertas Suara Dicoret ‘Korup Lu Pada’, KPU Tangsel Pastikan Hanya Terjadi Di Satu TPS

Baca Juga  PKS Heran TNI Represif ke HRS Tapi Melunak ke OPM, Mana Suara Lantang Panglima TNI?

Sumber: viva.co.id

  • Bagikan