IDTODAY NEWS – Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Din Syamsuddin menyesalkan serangan yang ditujukan pada gerakan yang diinisiasinya itu.

Ia menyatakan, KAMI hanya menyampaikan pikiran-pikiran kritis dan korektif terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara yang menyimpang dari Pancasila dan UUD 1945.

Akan tetapi, hal itu dibalas dengan serangan kepada personal dan penyesatan opini.

Demikian disampaikan Din Syamsuddin dalam keterangan tertulisnya, Kamis (27/8/2020).

“Mengapa mereka tidak mau menanggapi isi, tapi berkelit menyerang pribadi dan mengalihkan opini?” katanya.

Baca Juga  GMNI: Terbentuknya KAMI Bagian Dari Proses Demokrasi

Semestinya, kata Din, pemerintah sebagai penyelenggara negara menjawab apa yang menjadi masukan KAMI.

Itu sebagaimana termaktub dalam maklumat menyelamatkan Indonesia yang dideklarasikan di Tugu Proklamasi pada Selasa lalu (18/8).

Semisal soal oligarki politik yang menjadi keresahan KAMI dan dinilai telah memenjarakan demokrasi.

Dalam praktiknya, demokrasi tidak berjalan dengan baik karena keputusan partai politik hanya ditentukan oleh segelintir orang.

Termasuk keberadaan DPR RI yang sejatinya menjadi wakil rakyat namun justru dikendalikan oligarki.

Kemudian, perlu juga dijawab soal adanya kegelisahan budaya politik dinasti yang menghalangi orang-orang berkualitas untuk turut berkontestasi dalam pesta demokrasi.

Ujungnya, politik dinasti membuat demokrasi terciderai.

“Masih banyak pertanyaan substantif mendasar lagi, tapi sementara cukup dua itu,” jelas mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini.

Jawaban-jawaban soal kegelisahan itulah yang sebenarnya sedang dinanti.

Bukan sebaliknya, terkesan kontraproduktif dan menaruh kebencian dengan menggerakkan buzzer bayaran untuk mengalihkan isu.

“KAMI menanti tanggapan, bukan pengalihan. KAMI siap berdiskusi bahkan berdebat mengadu pikiran,” tegasnya.

“Terhadap reaksi yang tidak substantif, baik dari para elite apalagi buzzer bayaran,”

“KAMI tidak mau melayani karena hal demikian tidak mencerminkan kecerdasan kehidupan bangsa seperti amanat konstitusi,” pungkasnya.

Sumber: pojoksatu.id

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan