Anies Baswedan
Anies Baswedan. (Foto: Antara)

Dipanggil KPK Terkait Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan, Anies Baswedan Diharapkan Tidak Menghindar

IDTODAY NEWS – Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean berharap Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tidak menghindari pemanggilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus dugaan kasus korupsi pengadaan lahan.

“Saya dan publik tentu berharap agar saudara Anies Baswedan menghadiri panggilan KPK RI ini dan tidak beralasan apapun untuk menghindari proses hukum ini,” katanya melalui akun Twitter FerdinandHaean3 pada Senin, 20 September 2021.

Baca Juga  Minta Tak Berlebihan Tanggapi Mural 'Jokowi 404: Not Found', Fadli: Katanya Demokrasi

Sebelumnya, Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengungkapkan bahwa KPK menjadwalkan pemanggilan Anies Baswedan sebagai saksi dugaan korupsi pengadaan lahan di Munjul, Cipayung, Jakarta Timur.

Mantan Menteri Pendidikan itu akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka eks Dirut Perumda Sarana Jaya, Yoory Corneles Pinontoan (YRC).

“Informasi yang kami terima, benar tim penyidik mengagendakan pemanggilan saksi untuk tersangka YRC dkk, di antaranya yaitu Anies Baswedan,” kata Ali Fikri pada Senin, 20 September 2021, dilansir dari Detik News.

Baca Juga  Sentil Rezim Jokowi, Akademisi: Kenapa HRS Kesalahannya Sangat Dicari?

Ia menjelaskan bahwa Anies dipanggil untuk diperiksa di gedung KPK berdasarkan kebutuhan penyidikan.

“Pemanggilan seseorang sebagai saksi, tentu atas dasar kebutuhan penyidikan sehingga dari keterangan para saksi perbuatan para tersangka tersebut menjadi lebih jelas dan terang,” jelasnya.

Adapun saat ini, kata Ali Fikri, Tim Penyidik terus melengkapi berkas perkara tersangka YRC dkk dengan masih mengagendakan pemanggilan dan pemeriksaan sejumlah saksi.

Baca Juga  Anies ke Pengendara: Telepon Bosmu, Bilang Gubernur Suruh di Rumah

Ia pun berharap Anies Baswedan dan para saksi lain yang dipanggil oleh Tim Penyidik KPK untuk dapat hadir sesuai dengan waktu yang disebutkan dalam surat panggilan.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan lima tersangka dalam kasus dugaan korupsi ini, salah satunya mantan Dirut Sarana Jaya, Yoory Corneles Pinontoan.

Para tersangka diduga terlibat korupsi pengadaan tanah di Pondok Rangon, Jakarta Timur, tahun anggaran 2019 yang mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar Rp152,5 miliar.

Baca Juga  Anies Sambangi Kolong Jembatan Pegangsaan yang Disidak Risma

Sumber: terkini.id

Tinggalkan Balasan