Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) Fahri Hamzah, menyampaikan bahwa sebuah negara harus memiliki otak atau the brain of nation.

“Kalau pada memori itu kita membaca sejarah masa lalu kita, brain of nation itu tempat strategi bangsa itu,” ujar Fahri Hamzah di acara Indonesia Lawyer Club, Rabu (19/8).

Otak dari sebuah negara, kata Fahri, tergambar pada peran legislatif, eksekutif dan yudikatif. “Tiga kekuatan ini adalah tempat bagi the best brain of the nation, otak terbaik bangsa itu,” imbuhnya.

Kritikus pemerintah yang mendapatkan bintang tanda jasa Mahaputera Nararya ini menambahkan, dengan adanya otak yang suatu negara maka akan menjadikan bangsa Indonesia memiliki sumber keyakinan dan kemantapan dalam membangun bangsa untuk melangkah maju ke depan.

“Jadi, kita punya memori yang mengumpulkan kita, sumber keyakinan kita sumber kemantapan kita masing-masing, untuk saling menerima bahwa sudah selesai! Kita sudah saling menerima,” tegasnya.

“Realitas dari sejarah masa lalu itu udah selesai, udah diterima, ngapain lagi bongkar-bongkar! Tapi the brain of the nation sumber strategi kita bagaimana kita menghadapi hari ini dan persoalan yang ada,” tambahnya sambil berapi-api.

Baca Juga  Fahri Hamzah Menduga Menteri Agama Minder Jadi Orang Islam

Dia menambahkan, politisi itu wajar adu mulut dan berbeda pandangan lantaran bercermin dalam kondisi saat ini.

“Tapi politisi itu berbicara tentang hari ini dan mereka berkompetensi, to become the best menjadi yang terbaik menghadapi persoalan yang ada ini. Jadi kalau politisi itu ribut dan bertengkar ya memang, karena kita bertarung di hari ini,” katanya.

“Tapi jangan lupa yang kedua adalah cendekiawan, yang memelihara harapan kita. Dalam hal ini, termasuk para ulama, tokoh agama, cerdik pandai dlaam hal ini, yang memelihara harapan kita tentang masa depan,” tandasnya.

Sumber: rmol.id

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan