Geram ke Rizal Ramli soal Jokowi, Ngabalin: Tunggu Waktunya karena sudah Bau Tanah

  • Bagikan
Geram ke Rizal Ramli soal Jokowi, Ngabalin: Tunggu Waktunya karena sudah Bau Tanah
Presiden Jokowi dan Rizal Ramli/ Sekretariat Presiden dan Bravos Radio. (Foto: terkini.id)

IDTODAY NEWS – Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin geram kepada ekonom senior Rizal Ramli karena cuitannya soal Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ngabalin bahkan menyebut bahwa Rizal Ramli tinggal menunggu waktunya sebab ia sudah bau tanah.

Ia mengatakan hal ini sebagai respons terhadap cuitan Rizal Ramli yang memuat bahwa Presiden Jokowi layak dipolisikan karena telah banyak menyebarkan berita bohong.

Baca Juga  Andi Arief: Baru Ada di Republik Ini, Kepala Staf Presiden Sangat Militan Mau Rebut Partai Orang

Menurut Ngabalin, Rizal Ramli adalah orang yang sangat pendendam karena sakit hatinya sangat dalam.

“Nafsunya melebihi akal sehat dan yang tertinggal dalam otaknya hanya septic tank. Tunggu waktynya karena sudah bau tanah,” katanya melalui akun Twitter AliNgabalinNew pada Senin, 13 September 2021.

Tidak hanya itu, Ngabalin juga menyindir bahwa ketika mantan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya era Jokowi itu menjabat, ia tak memiliki prestasi.

Baca Juga  Megawati Main Strategi "Tegang, Tegang, Kendur"

“Waktu menjabat nggak tahu prestasi apa yang dibuat, akhirnya dipecat OMG,” katanya.

Ngabalin membagikan pernyataannya bersama tangkapan layar berita berjudul “Kata Rizal Ramli Jokowi Lebih Layak Dipenjara Sebab Banyak Tebar Berita Bohong”.

Ditelusuri Terkini.id, Rizal Ramli memang mencuit soal Jokowi layak dipolisikan pada Sabtu, 11 Agustus 2021.

Namun, itu bukan pernyataan langsung dari Rizal Ramli, melainkan dari seorang pengacara bernama Ahmad Khozinuddin.

Baca Juga  Kaleidoskop 2020: Habib Rizieq Pulang, Kapolda Metro Jaya Dicopot

“Jurnalis senior Hersubeno Arief dipolisikan GBM, dianggap sebar hoax tentang kondisi Megawati,” tulis Rizal Ramli.

“Pengacara A.Khozinudin jika itu terjadi, Presiden Jokowi jauh lebih layak dipolisikan. Jokowi banyak menebar berita bohong seperti mobil Esemka, impor, stop utang,” lanjutnya.

Rizal Ramli membagikan pernyataannya bersama video dari YouTube dari Bang Edhy Channel yang berjudul “Jika Hersubeno dipolisikan, Jokowi Lebih Layak Diperiksa”.

Baca Juga  Kebijakan PPKM Darurat, PKS: Ini Bukan Pertama Kali Pemerintah Bimbang, Berkali-kali

Pada keterangan video, disebutkan bahwa Ahmad Khozinuddin menilai Jokowi lebih layak dipolisikan karena banyak membuat dan menyebar berita bohong.

Sumber: terkini.id

  • Bagikan