Jhoni Allen Sebut SBY Tidak Berkeringat dan Bukan Pendiri Demokrat

Jhoni Allen Sebut SBY Tidak Berkeringat dan Bukan Pendiri Demokrat
SBY dan Prabowo (Foto: Okezone)

IDTODAY NEWS – Eks kader Partai Demokrat, Jhoni Allen Marbun, angkat bicara mengenai isu gerakan pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat (GPK PD) atau kudeta Ketua Umum (Ketum) PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ia pun menyinggung sejarah pendirian Demokrat dan menyebut Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bukanlah pendiri partai tersebut.

“Menuju KLB PD 2021 utk mengembalikan Marwah Partai Demokrat sesuai namnya demokratis, terbuka, dan modern yang merupakan landasan partai yang didirikan para pendiri. Sekali lagi bukan partai dinasti oligarki yang mengarah kepada dinasti,” kata Jhoni mengawali pernyataanya lewat video yang dikirim salah satu aktor kudeta, Darmizal, Senin (1/3/2021).

Bacaan Lainnya

Kepada para pemilik suara dan kader PD, Jhoni mengatakan, Demokrat sudah dicap sebagai partai dinasti sejak Kongres Luar Biasa (KLB) 2013. Saat itu Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Ketua Umum (Ketum) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) yang juga putranya menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PD.

Baca Juga  Satyo Purwanto: Demokrat Diserang Isu KLB Karena Solid Dan Oposisi Pemerintah

“Sudah tertanam di masyarakat bahwa PD telah dicap partai dinasti sejak KLB pertama di Bali tahun 2013 di mana Bapak SBY menjadi ketum dan anak kandungnya Edhie Baskoro menjadi sekjen PD,” ujar Jhony yang telah dipecat Demokrat.

Baca Juga: Aziz Yanuar Klaim Artidjo Alkostar Dekat dengan Habib Rizieq: Yang Gak Deket HRS Orang Bodoh dan Zalim

Menurut legislator Senayan itu, apa yang terjadi di Demokrat merupakan baru pertama kali terjadi di Indonesia bahkan di dunia.

“Ini baru pertama kali di Indonesia bahkan di dunia, untuk pertama kali partai politik Bapaknya SBY ketum anaknya sekjen,” ungkap Jhoni.

Jhoni menegaskan, sejatinya SBY telah melakukan pengingkaran fakta sejarah lahirnya PD. Fakta sejarah yang benar sejak Partai Demokrat diaktekan dinotaris oleh 99 pendiri partai di Jakarta, kemudian gayung bersambut bermunculan para pendiri Partai Demokrat di seluruh provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

“Mereka saling bahu membahu berjuang meloloskan verifikasi KPU sehingga Partai Demokrat menjadi partai peserta pemilu 2004,” tutur Jhoni.

Jhoni menegaskan, dirinya beserta para pendiri dan senior Demokrat adalah pelaku sejarah PD, di dalamnya ada perjuangan para kader dari Sabang sampai Merauke bersusah payah bekerja keras tidak mengenal lelah untuk meloloskan PD pada verifikasi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadi peserta Pemilu 2004.

Baca Juga  Menengok Kembali Janji Jokowi untuk Buruh Saat Kampanye Pilpres 2019, Sesuaikah?

“Demi Tuhan saya bersaksi bahwa SBY tidak berkeringat sama sekali apalagi berdarah-darah sebagaimana pernyataannya di berbagai kesempatan,” ucap Jhoni.

Menurut dia, SBY bergabung dengan PD setelah lolos verifikasi KPU dengan memasukan almarhumah Ani Yudhoyono sebagai salah satu wakil ketua umum. SBY kala itu hanya menyumbang Rp 100 juta di awal pendirian Demokrat.

“Dan hanya menyumbang uang Rp100 jt dalam bentuk 4 travel check di Hotel Lirah Bogor. Pak SBY setelah mundur dari kabinet Ibu Megawati baru muncul pada acara PD di Hotel Kinasih di Bogor saat itu saya ketua panitianya. Ini menegaskan SBY bukanlah pendiri Partai Demokrat,” tutur Jhoni.

Baca Juga: Kader Terjaring OTT, Elektabilitas PDIP Berpotensi Tergerus

Sumber: okezone.com

Pos terkait