Kecam Video Tanpa FPI TMC Polda, PA 212 Sebut Polisi Mengadu Domba Rakyat

Akun twitter TMC Polda Metro unggah video tanpa FPI dan menjaga negara dari ormas teroris. (Foto: Ist/tangkap layar)

IDTODAY NEWS – Juru bicara FPI sekaligus Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif menyayangkan sikap Polri karena dianggap mengadu domba masyarakat.

Hal itu disampaikan Slamet menanggapi soal akun Twitter resmi milik Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya yang mengunggah video dengan gambar bendera Indonesia dan tulisan Tanpa FPI.

Menurutnya, video yang menampilkan suara dan kutipan dari Presiden Jokowi menandakan jika ada upaya pemerintah untuk membubar ormas besutan Habib Rizieq Shihab.

“Makin jelas dan terang benderang arahnya,” kata Slamet saat dihubungi Suara.com, Selasa (15/12/2020).

Slamet menduga kalau beragam peristiwa yang terjadi semenjak pentolan FPI Habib Rizieq Shihab kembali ke tanah air menjadi skenario untuk membubarkan organisasi massa (ormas) yang bermarkas di Petamburan, Jakarta Pusat tersebut. Mulai dari pelanggaran protokol kesehatan Covid-19, penetapan Rizieq dan petinggi FPI lainnya sebagai tersangka hingga tewasnya enam laskar oleh polisi.

Baca Juga  Pengacara: Luka Tembak pada Tubuh Enam Jenazah Laskar FPI Banyak dan Keji

“Kami menduga ini bagian dari skenario besar pembusukan dan pembubaran FPI,” ujarnya.
Akun twitter TMC Polda Metro unggah video tanpa FPI, (Ist/tangkap layar)

Selain itu, Slamet menyesali atas video yang diunggah oleh TMC Polda Metro Jaya. Menurutnya, pihak kepolisian semestinya melindungi masyarakat bukan malah menimbulkan perpecahan.

“Disayangkan kepolisian yang seharusnya mengayomi masyarakat justru terkesan mengadu domba masyarakat,” tuturnya.

Sebelumnya, akun resmi milik Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya menyedot perhatian netizen. Pasalnya, ia mengunggah sebuah video yang mengatakan menjaga negara dari ormas teroris dan menyebut tanpa FPI.

Video itu diunggah melalui akun Twitter @TMCPoldaMetro pada Senin (14/12/2020). Panjang durasi video tersebut ialah 17 detik.

Baca Juga  Peringatan Keras PKB ke Habib Rizieq soal Klaim Pulang Pimpin Revolusi

Pada permulaannya diperlihatkan potongan gambar anggota polisi dan terdapat tulisan ‘Rakyat Bersama TNI-Polri Bersatu’. Kemudian tulisannya berganti dengan ‘Menjaga Negara dari Ormas Teroris’.

Setelahnya muncul foto wajah Presiden Joko Widodo atau Jokowi lengkap dengan satu kalimat dan suaranya.

“Sudah merupakan kewajiban aparat hukum untuk menegaskan hukum secara tegas dan adil,” demikian tulisan dalam video yang dikutip Suara.com, Senin.

Gambarnya pun langsung berganti kembali. Kali ini terdapat seperti coretan bendera merah putih Indonesia didukung dengan tulisan.

“(Gambar bendera Indonesia) Tanpa FPI,” demikian penulisannya.

Unggahan itu kemudian direspon oleh beragam pro kontra dengan netizen. Seperti yang ditulis oleh @RudolfSihite yakni kalau TNI dan Polri itu pelayan rakyat.

Dengan begitu, TNI – Polri bertugas menjaga atau melindungi majikannya (rakyatnya), dengan memastikan NKRI aman dan damai.

Baca Juga  Setelah Ke Polda, Pelapor Risma Akan Kirim Surat Ke Presiden Jokowi

“Rakyat bersama TNI-Polri. TNI-Polri adalah pelayanan rakyat. Sebagai bos, rakyat berkewajiban melindungi pelayanannya (TNI) dari serangan-serangan pekerja yang lain. Sebagai pelayanan, TNI-Polri harus menjaga atau melindungi majikannya (rakyat), dengan memastikan NKRI aman dan damai,” tulis @RudolfSihite.

Sementara netizen lainnya justru mempertanyakan akun Twitter @TMCPoldaMetro yang mengunggah video di luar tupoksinya. Sebagai contoh pemilik akun Twitter @uyototo__ yang menanyakan perihal kabar lalu lintas.

“Sudah enggak update lalu lintas sekarang,” tanyanya.

Ada pula pemilik akun Twitter lain yang menyayangkan atas unggahan TMC Polda Metro Jaya yang mengurusi hal lain.

“Ini akun polisi? Bukannya ada semboyan ‘melindungi dan mengayomi’? Innalilaah. Habis sudah :(,” kata @RamlanHsb.

Sumber: suara.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan