Luhut Binsar Pandjaitan: Setelah Vaksin Didapat, Kami Injeksikan Ke Seluruh Tenaga Medis

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, apabila sesuai jadwal dan semuanya berjalan dengan baik, maka Indonesia bisa menerima 30 hingga 40 juta vaksin pada Desember 2020. Foto/SINDOnews
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, apabila sesuai jadwal dan semuanya berjalan dengan baik, maka Indonesia bisa menerima 30 hingga 40 juta vaksin pada Desember 2020. Foto/SINDOnews

IDTODAY NEWS – Indonesia saat ini mengikuti Aliansi Global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) sehingga akan memperoleh akses vaksin sebesar 20 persen dari populasi atau sebanyak 52 juta dosis.

Selain itu, Indonesia telah mengamankan 390 juta dosis vaksin dari kerja sama dengan Tiongkok. Tidak hanya dengan Tiongkok, pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri dan Kementerian BUMN juga sedang mematangkan kerja sama pengadaan vaksin dengan Korea Selatan dan Australia.

Bacaan Lainnya

“Prioritas utama kita saat ini adalah petugas kesehatan. Ketika vaksin telah berhasil didapatkan, maka kita akan melakukan injeksi kepada seluruh petugas kesehatan di Indonesia. Jangan sampai ada lagi dokter atau perawat kita yang menjadi korban. Setelahnya, vaksin akan diberikan kepada daerah Jawa dan Bali sebagai sumber penularan Covid-19 tertinggi saat ini,” jelas Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dalam press conference secara virtual, Jumat (18/9).

Sampai vaksin berhasil didistribusikan, lanjut Menko Luhut, pemerintah akan terus mengendalikan penularan virus corona melalui pengetatan protokol kesehatan dengan didukung oleh BNPB, TNI AD, Polri, serta pemerintah daerah setempat.

Baca Juga  Hari Ini Sidang Fatwa Kehalalan Vaksin Covid-19 Digelar, MUI: Sidang Tertutup

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNPB Doni Monardo menyayangkan masih ada beberapa masyarakat di Indonesia yang percaya bahwa mereka tidak akan tertular Covid-19.

“Masyarakat harus sadar bahwa virus Covid-19 merupakan virus berbahaya, utamanya bagi orang yang rentan. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bekerja dan melakukan aktifitas dari rumah. Dengan itu kita bisa menyelamatkan 85% masyarakat di Indonesia,” jelasnya.

Untuk menertibkan perilaku menggunakan masker dan jaga jarak, Polri dan TNI AD sudah mulai melakukan operasi yustisi. Penindakan yang dilakukan baik secara teguran lisan, tulisan, kurungan, dan juga penutupan usaha. Operasi yang telah dilakukan berbentuk stasioner dan mobile.

Di mana dalam operasi stasioner, anggota gabungan Polri dan Satpol PP ditempatkan di daerah masing-masing untuk mengingatkan masyarakat agar patuh kepada protokol kesehatan yang telah dilakukan. Telah dibentuk pula tim pemburu pelanggar Covid-19 untuk melakukan operasi secara mobile.

Pos terkait