Luhut Ditantang Tegur Presiden soal Bagi-bagi Sembako Grogol, Demokrat: Mustahil Jokowi Minta Maaf
Politisi Demokrat Syahrial Nasution (ist)

Luhut Ditantang Tegur Presiden soal Bagi-bagi Sembako Grogol, Demokrat: Mustahil Jokowi Minta Maaf

IDTODAY NEWS – Menko Bidang Investasi dan Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan ditantang berani tindak tegas kerumunan saat bag-bagi sembako Presiden Jokowi di Terminal Grogol.

Semestinya, Satpol PP saat itu tidak tinggal diam dan melakukan pembubaran karena menimbulkan kerumunan.

Demikian disampaikan Deputi Balitbang DPP Partai Demokrat Syahrial Nasution, Kamis (12/8/2021).

“Jika mau taat aturan, Satpol PP mestinya berwenang untuk membubarkan acara yang menciptakan kerumunan tersebut,” ujarnya.

Baca Juga  PA 212 Minta Jokowi Pecat Menag, Jika Tidak, Jokowi Harus Mundur

Sebagai Koordinator PPKM Jawa Bali, Luhut juga seharusnya bisa menegur Presiden Jokowi.

Sebab, bagi-bagi sembako yang dilakukan kepala negara itu jelas merupakan pelanggaran protokol kesehatan.

“Sebagai kodinator penanangan Covid-19 nasional, Luhut Pandjaitan pun berwenang menegur protokol Presiden dan Paspampres,” sambungnya.

Anak buah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini juga mengaku heran dengan bagi-bagi sembako orang nomor satu di Indonesia itu.

Baca Juga  Gabung Koalisi Jokowi, PAN Bantah Main Politik Dua Kaki

Menurutnya, kerumunan itu sudah cukup mengkhawatirkan lantaran angka kasus Covid-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan.

Puji Kinerja Anies

Syahrial menilai, tindakan Jokowi itu seperti sedang melakukan kampanye politik.

“Saya juga heran, kenapa Pak Jokowi melakukan cara-cara kampanye dan membuat kerumunan bagi-bagi bansos tersebut di Jakarta?” kata dia.

Padahal, kata dia, kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam penanganan Covid-19 sudah cukup baik.

Baca Juga  BEM UNNES Diancam Rektor usai Kritik Jokowi, PKS: Jangan Ada Intimidasi ke Mahasiswa!

“Di Jakarta kan Gubernur Anies Baswedan sudah dianggap cukup bagus dan berhasil mengendalikan korban Covid-19,” imbuhnya.

Ia pun meyakini, kalaupun nantinya dari bagi-bagi sembako itu ada warga yang terpapar covid-19, negara tidak akan melakukan tindakan apapun.

“Seandainya, akibat bagi-bagi sembako tersebut ada yang terjangkit dan kemudian menjadi korban Covid-19 mustahil ada tindakan,” ucapnya.

Pun demikian dengan Jokowi yang diyakininya tidak akan menyampaikan permintaan maaf kepada publik.

Baca Juga  Pesan PBNU ke Komjen Listyo Sigit: Jangan Tumpul ke Atas, Tajam ke Bawah

“Dan mustahil juga ada permohonan maaf,” pungkasnya.

Sumber: pojoksatu.id

Tinggalkan Balasan