Luhut: Puncak Kasus COVID-19 RI di 15 Juli, Tak Perlu Jemawa

Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: KEMENKO MARVES)

IDTODAY NEWS – Pemerintah memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3-4 di Jawa-Bali. Meski begitu Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan menyebut puncak Corona telah lewat.

Luhut mengatakan puncak kasus terjadi pada 15 Juli 2021. Saat ini disebutkan telah terjadi penurunan hingga 59,6 persen.

“Dari data yang didapat, penurunan telah terjadi hingga 59,6 persen dari puncak kasus di tanggal 15 Juli 2021 lalu,” kata Luhut dalam konferensi pers yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (9/8/2021).

Luhut juga mengatakan kasus kasus kematian COVID-19 mengalami penurunan. Namun masih terdapat beberapa provinsi yang mengalami flutuatif.

“Selain jumlah kasus laju jumlah kematian semakin menurun, meskipun kondisinya masih fluktuatif di beberapa provinsi,” ujar Luhut.

“Kami temukan adanya input data yang merupakan akumulasi kematian sehingga menimbulkan distorsi dalam penilaian,” sambungnya.

Dia menilai masih ada daerah yang memiliki angka kasus COVID-19 tinggi. Daerah ini yaitu Malang Raya dan Bali.

“Masih ada masalah di Malang Raya dan juga di Bali. Untuk itu pemerintah akan mengintervensi dua wilayah ini untuk menurunkan laju penambahan kasus,” tuturnya.

Luhut Minta Tak Jemawa Pandemi Selesai

Luhut meminta masyarakat terus waspada terkait penularan COVID-19. Dia menegaskan pandemi COVID-19 belum selesai.

“Saya ingin ingatkan teman-teman semua, kita semua rakyat Indonesia super hati-hati menghadapi ini. Kita tidak perlu jemawa bahwa ini sudah selesai, masih jauh dari selesai,” kata Luhut.

Luhut juga mengungkap hasil studi para pakar. Pandemi COVID-19 disebut masih akan terus berlangsung hingga beberapa tahun ke depan.

“Tadi hasil studi para pakar-pakar, ahli dunia, 70 persen mereka mengatakan ini kasus masih akan terus beberapa tahun ke depan. Oleh karena itu, gaya hidup kita pasti akan berubah, cara hidup kita harus berubah, dan kita harus bersama-sama menyesuaikan dengan cara baru ini,” kata Luhut.

Baca Juga  KLB Sumut Jadi Simalakama Buat Jokowi, Maju Kepentok Aktivis Pro Demokrasi, Mundur Jungkalkan Moeldoko

Luhut mengatakan hidup ke depan akan serba digital. Protokol kesehatan juga bakal menjadi hal utama.

“Kita ke depan mungkin akan hidup seperti ini, di mana semua akan makin banyak digitalize. Jadi kita akan banyak mengandalkan kartu vaksinasi atau cue card atau nanti masker, cuci tangan dan seterusnya. Jadi semua pembayaran juga orang akan kurangi dengan cash, lanjut juga mungkin handphone. Ini saya kira ini ambil saja hikmahnya,” tutur Luhut.

Sumber: detik.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan