Moeldoko: Kenapa Untuk Ngopi Saja Harus Pakai Lapor

Moeldoko: Kenapa Untuk Ngopi Saja Harus Pakai Lapor
Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko/RMOL

IDTODAY NEWS – Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengunggah dua foto dirinya sedang mengangkat secangkir kopi di akun Instagram pribadi pada Sabtu (6/1).

Unggahan pertama berisi foto Moeldoko sedang mengangkat secangkir kopi dan ada tulisan “Aku Ngopi-ngopi, Kenapa Ada Yang Grogi”.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Belasan Pegawai Kementan Terpapar Corona, Fadli Yasir: Model Penanganan Covid-19 Harus Dievaluasi

Sementara dalam keterangan unggahan tersebut, Moeldoko bercerita tentang sekumpulan laki-laki yang sedang menikmati kopi. Di mana perbincangan antar lelakio itu bisa melebar dari soal joke ringan, pekerjaan, sosial, seni, olahraga, bahkan politik.

“Setelah habis secangkir, kita bisa kembali ke pekerjaan masing-masing dimana semua sepakat “no hard feeling”,” ujanya.

Moeldoko kemudian mengatakan bahwa ngopi-ngopi bisa dijadikan sarana untuk membuka wawasan. Atas alasan itu, dia mempertanyakan sikap sejumlah pihak yang meributkan masalah izin saat ada yang sedang ngopi.

Baca Juga  Bantah Gatot Nurmantyo Soal Kebangkitan PKI, Moeldoko: Tidak Mungkin Datang Secara Tiba-tiba

“Kenapa untuk ngopi saja, harus pakai lapor atau minta ijin. Toh menurut sebuah artikel di @natgeoindonesia “Minum Kopi Bermanfaat Bagi Pendengaran” a.k.a bisa mencegah gangguan pendengaran,” sambungnya.

Dalam unggahan kedua, Moeldoko memposting foto yang hampir sama. Hanya sudut badannya yang agak berbeda. Wajahnya menghadap ke depan lurus dengan senyum tipis dan cangkir kopi terangkat.

“Aku Nambah Kopi, Ada yang Semakin Grogi,” bunyi tulisan yang ada di gambar Moeldoko tersebut.

Baca Juga  KLB Pilih Moeldoko, AHY Minta Jokowi dan Menkumham Tak Lakukan Ini

Sementara dalam keterangannya, Moeldoko mengurai bahwa tidak elok jika seseorang langsung beranjak pergi usai secangkir kopi yang diminum habis.

“Apalagi jika ada kawan yang baru bergabung, baiknya tambah secangkir lagi,” ujarnya.

Sedangkan pihak-pihak yang melarang minum kopi, kata mantan panglima TNI itu, adalah orang-orang yang benar-benar butuh kopi.

“Kalau kamu dengar ada yang melarang, agaknya kamu benar-benar butuh kopi. Konon kata ahli “kopi bisa mencegah gangguan pendengaran”,” tutupnya.

Baca Juga  Andi Arief: Baru Ada di Republik Ini, Kepala Staf Presiden Sangat Militan Mau Rebut Partai Orang

Nama Moeldoko akhir-akhir ini kerap dikaitkan dengan Partai Demokrat. Moeldoko disebut sebagai pihak eksternal yang tengah berusaha mengambil alih secara paksa Partai Demokrat dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Dia dikabarkan sempat “ngopi-ngopi” dengan kader dan eks kader Demokrat di sejumlah hotel untuk membicarakan upaya kudeta tersebut.

Baca Juga: Upaya Kudeta Demokrat Gagal, Musni Umar Minta Moeldoko Belajar ke Wiranto

Baca Juga  Moeldoko Sebut Jokowi Peletak Pondasi Indonesia Maju, Said Didu: Data Menunjukkan Utang Selangit

Sumber: rmol.id

Pos terkait