Penemuan Drone Mata-mata di Dasar Laut, Ferdinand Tunggu Fadli Zon Kritik Prabowo Subianto

Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto memberikan penjelasan dalam rapat kerja (Raker) dengan Komisi I DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan Jakarta, Senin (11/11/2019).(Foto: fajar.co.id)

IDTODAY NEWS – Sebuah benda yang disebut sebagai drone dasar laut, ditemukan oleh nelayan di Selayar, Sulawesi Selatan.

Penemuan itu sudah pernah terjadi sebelumnya pada tahun 2019 dan Januari 2020. Artinya sudah 3 kali drone asing ditemukan di laut Indonesia.

Menanggapi itu, eks politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menanyakan sikap anggota DPR RI Fadli Zon untuk mengkritik Prabowo Subianto atas penemuan drone tersebut.

Sebab, selaku Menteri Pertahanan Nasional, Prabowo Subianto dianggap bertanggung jawab atas penemuan itu.

“Saya belum dengan kritik @fadlizon terhadap @Kemhan_RI @prabowo atas ditemukannya benda mirip drone laut di Selayar Sulsel,” kata Ferdinand di akun twitternya, dikutip Senin (4/1).

Dia menanyakan Fadli Zon yang tidak menambahkan penemuan drone itu ke dalam daftar kinerja buruk pemerintah.

“Apakah bang Fadli tidak ingin menambahkan itu dalam daftar kinerja buruk pemerintah? Objektifitas kritik dan keberanian akan menunjukkan siapa FZ,” kata Ferdinand.

Baca Juga  Sarankan Anies Minta Maaf soal Program Rumah DP 0, Ferdinand: Sudah Gagal, Kasus Korupsi Pula

Diketahui, benda benda yang merupakan Kendaraan Tanpa Awak di Bawah Air (UUV) tersebut telah diserahkan ke polisi dan kemudian diperiksa oleh militer Indonesia.

Sementara itu, anggota Komisi I DPR Sukamta mengatakan, penemuan drone itu menjadi pekerjaan rumah bagi Menhan untuk lebihi meningkatkan pertahanan teritori dengan memperbanyak patroli laut, terutama di pintu-pintu masuk wilayah Indonesia.

“Ini pekerjaan rumah (PR) Pak Menhan untuk mendorong percepatan pengembangan teknologi penginderaan jarak jauh,” ujar Sukamta di Jakarta, Sabtu (2/1).

Baca Juga  Reaksi Keras Fadli Zon Setelah Tahu Deklarator KAMI Ditangkap

Dia mendorong riset nasional untuk pengembangan teknologi yang mendukung sistem pertahanan yang handal.

“Lebih dari itu pemerintah perlu segera perbaiki sistem keamanan teritori, agar kejadian drone yang menyelundup ini tidak terulang lagi,” ucapnya.

Baca Juga: Uang Puluhan Juta di Rekening FPI Menghilang, Pengacara HRS: Luar Biasa Gesit Soal Duit

Sumber: fajar.co.id

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan