Pertamina Rugi 11 T, Ahok Ngapain Saja?

Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) (Foto: Tribunnews.com)

IDTODAY NEWS – Sosok Basuki Tjahja Purnama atau Ahok ramai diperbincangkan warganet di media sosial. Bahkan di media sosial Twitter, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) itu menjadi topik urutan teratas yang diperbincangkan atau trending.

Hal ini berkenaan dengan hasil minor Pertamina yang mengalami kerugian. Di semester pertama tahun ini, produsen minyak nasional itu mencatatkan rugi hingga Rp 11,33 triliun.

Baca Juga  Gak Tanggung-tanggung, BUMN Gaspol Utang Luar Negeri Hingga Naik 25,5 Persen Di Saat Pertumbuhan Ekonomi Minus 5,3 Persen

Alhasil, beragam komentar pun dilontarkan warganet kepada sosok yang dilantik sebagai Komut Pertamina sejak 25 November 2019 lalu itu.

Kebanyakan, warganet mengkritik serta menyampaikan ungkapan satire terkait kinerja Ahok selama menjabat hampir satu tahun itu.

“Kalau tidak ada Ahok bisa rugi 33 T. Ini contoh narasi untuk cebong biar mampu beragumen,” kata Aktivis Jaringan Pro Demokrasi (ProDEM), Adamsyah Wahab di akun Twitternya, Senin (24/8).

Baca Juga  Gaya Risma Marah-marah Tiru Ahok Sudah Usang, Sekarang Zaman Santun dan Solutif seperti Anies

“Ahok ngapain aja? Unfaedah,” cuit akun @dannydhe.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Ustadz Tengku Zulkarnaen juga turut mengomentari meruginya PT Pertamina di tengah pandemik Covid-19. Ia bahkan menyinggung kebijakan Pertamina yang tak menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) meski minyak dunia anjlok.

“Pertamina rugi 11 triliun di masa Covid-19. Harga BBM dunia turun, sementara Pertamina tidak menurunkan harga BBM di dalam negeri saja sudah rugi 11 triliun. Apalagi.. Hm, mboh lah,” tulis Ustaz Tengku Zulkarnain.

Baca Juga  Luhut Siapkan Rp.17 Triliun, Beli Ratusan Ribu Laptop Lokal Untuk Sekolah se-Indonesia

Diketahui, Pertamina mengalami kerugian di kuartal I sebesar Rp 11,33 triliun. Kerugian ini berbanding terbalik dengan tahun sebelumnya di kuartal I yang membukukan laba bersih 659,96 juta dolar AS atau setara Rp 9,7 triliun.

Sumber: rmol.id

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan