Puluhan Kendaraan Bersihkan Sisa-sisa Sampah Demo Anarkis di Surabaya

Puluhan bersihkan dampak demo anarkis (Foto: Deny Prastyo Utomo/detikcom)

IDTODAY NEWS – Puluhan kendaraan membersihkan sampah demo anarkis di Kota Surabaya. Puluhan pikap dan truk mendatangi fasum dan titik demo yang meninggalkan sampah.

Mereka membersihkan batu, tanaman yang rusak dan besi atau kayu yang berserakan di jalan. Antara lain di kawasan Jalan Gubernur Suryo, Jalan Yos Sudarso, kawasan Tunjungan Plaza (TP), Jalan Panglima Sudirman.

Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP-CKTR) Robben Rico yang ada di lokasi turut membantu membersihkan kawasan yang sebelumnya dipakai pendemo anarkis.

Dari pantauan detikcom, Kamis (8/10/2020), tampak Wali Kota Risma membantu membersihkan kawasan yang rusak karena ulah pendemo yang anarkis.

Risma yang tak banyak bicara terkejut dengan keadaan Kota Surabaya setelah demo ricuh. Pasalnya, banyak fasilitas umum rusak berserakan di tengah jalan. Tanaman dan bebatuan serta botol plastik berada di semua jalanan.

Wali Kota Risma pun tak kuasa menahan air matanya saat mengetahui kota yang dia bangun menjadi berantakan. Terlebih yang turut merusaknya adalah bukan warga Surabaya.

Baca Juga  Demo BEM Seluruh Indonesia, Polisi Jaga Ketat Pusat Perbelanjaan

“Aku bangun ini buat rakyatku, kenapa kamu ga rusak kotamu sendiri. Aku belain wargaku setengah mati, kenapa kamu kesini. Kamu tega sekali. Aku bangun kota ini setengah mati tahu, tanganku sampai patah belain wargaku. Kenapa kamu hancurin. Tega sekali kamu,” bentak Risma kepada salah satu massa dari Madiun dengan suara bergetar dan menangis.

Dia pun berjalan di sepanjang Jalan Gubernur Suryo dan sesekali membersihkan batu-batu yang ada di jalanan. Risma juga meminta kepada jajarannya untuk mengambil karung untuk sampah-sampah dan batu yang berserakan.

Baca Juga  Warga Mau Demo Anies Saat Peletakan Batu Pertama Masjid At-Tabayyun

Risma juga sempat bertemu dengan para pendemo. Dia meminta untuk menyudahi kericuhan antara massa dengan polisi.

Sumber: detik.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan