Respons Natalius Pigai, Abu Janda: Ya Ngga lah… Itu Bego Namanya

Permadi Arya atau Abu Janda– jawa pos(Foto: fajar.co.id)

IDTODAY NEWS – Pegiat media sosial Denny Siregar terseret dalam pusaran kasus Natalius Pigai yang jadi korban rasisme oleh Ambroncius Nababan.

Selain Denny Siregar, Permadi Arya alias Abu Janda juga ikut terseret.

Itu setelah Natalius Pigai dalam wawancara di stasiun televisi menyebut Denny dan Permadi Arya sebagai (anjing) herder.

Pigai mengibaratkan, para penyerang dirinya itu sebagai anjing yang dipelihara oleh kakak pembina.

Selain itu, keberadaan kelompok yang secara khusus menyerang dirinya dengan rasisme memang sudah disetting.

Melalui akun Twitter pribadinya, Denny Siregar pun angkat bicara menanggapi pernyataan Pigai itu.

Dalam cuitan itu, Denny mengunggah tangkapan layar pemberitaan berjudul ‘Natalius Pigai Bilang Denny Siregar dan Abu Janda seperti Herder yang Sudah Disetting’.

Baca Juga  30 Massa Apeta Ancam Bubarkan KAMI

Denny pun bertanya kepada publik apakah dirinya harus melaporkan Natalius Pigai ke polisi karena pernyataannya itu.

Dengan alasan bahwa Pigai telah menghina suku Batak.

“Gimana?? Apakah gua harus melaporkan @NataliusPigai2 karena sudah menghina suku Batak?” tanya Denny dalam cuitannya dikutip PojokSatu.id.

Akan tetapi, hal itu sama sekali tidak bisa dijadikan alasan untuk melaporkan Pigai dengan dugaan penghinaan terhadap suku Batak.

“Ya ngga lah… Itu bego namanya,” tandasnya sembari membubuhkan dua emojoi wajah tertawa lebar.

Untuk diketahui, Natalius Pigai mengatakan buzzer atau herder (gembala) yang kerap menyerangnya di media sosial dipelihara oleh kakak pembina.

“Kakak pembina itu siapa? Kan ini semua permainan kakak pembina. Kalian tahu kan kakak pembina itu siapa,” kata Pigai dalam acara talk show bertajuk “Ketika Pigai Bertikai” di iNews Room, Selasa (26/1).

Pigai tak menyebut nama siapa kakak pembina yang dimaksud.

Ia hanya menganalogikan kakak pembina sebagai majikan yang memegang remot kontrol untuk mengatur dan mengarahkan buzzer atau herder.

“Anjing-anjing, herdernya dilepas oleh majikannya, karena itu remot kontrolnya selalu dikuasai oleh kekuasaan,” ucapnya.

Pigai mengaku mendengar obrolan di warung kopi bahwa herder kakak pembina dibayar Rp3 juta sekali posting.

Jika memposting video, bayarannya bisa sampai Rp20-30 juta.

“Pembicaraan di tempat kopi, warung kopi, ini harus dibuktikan, namanya dugaan. Riak-riak itu kalau mereka twit bayarannya Rp3 juta.”

Baca Juga  Jenderal TNI Hendropriyono Ingatkan Bahaya Eks Anggota FPI

“Kalau mereka (unggah) video, bayarannya 30, 20 juta. Iku kan namanya dugaan, harus dibuktikan,” ujar Pigai.

Ia meminta Ketua Umum Jokowi Mania (Jokman), Immanuel Ebenezer untuk mengklarifikasi obrolan warung kopi tersebut.

“Jadi Ebenheizer kau kan teman, kau jangan bohong. Kami kan tahu semua ini,” kata Pigai.

“Jadi artinya, kenapa saya bilang remot kontrolnya ada yang pegang, kakak pembinanya ada,” sebutnya.

Para herder itu, kata Pigai, merusak tatanan berkehidupan bangsa di Indonesia.

“Yang kedua, mereka merusak kebhinekaan, mereka merusak Pancasila, dan itu dilakukan oleh orang yang memegang otoritas,” tegas Pigai.

Baca Juga: Soal Guyonan ‘NU Cabang Nasrani’, Gus Yasin: Apa Seperti Ini NU?

Sumber: fajar.co.id

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan