IDTODAY NEWS – Posisi Airlangga Hartarto sebagai ketua umum Partai Golkar tidak membuat dirinya otomatis bisa melenggang sebagai calon presiden maupun calon wakil presiden pada Pilpres 2024.

“Belum otomatis,” kata analis politik yang juga Direktur Mahara Leadership, Iwel Sastra kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (17/1).

Menurutnya, Golkar akan mencalonkan kader yang memiliki elektabilitas yang paling tinggi.

“Apabila nanti survei menunjukan ada kader Partai Golkar lain yang lebih menjual dibanding Airlangga, itu mungkin yang dicalonkan,” ujar Iwel Sastra.

Hal ini pernah terjadi di internal PDI Perjuangan pada Pilpres 2014. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri harus merelakan kadernya Joko Widodo, saat itu Gubernur DKI Jakarta, yang maju menjadi calon presiden.

“Jokowi dianggap lebih memiliki tingkat keterpilihan yang lebih tinggi dibanding Megawati. Nah, di partai lain termasuk Golkar hal itu bisa saja terjadi,” pungkas Iwel Sastra.

Baca Juga: Fahri Hamzah: Waktunya Merajut Persamaan, Bencana Alam Bukanlah Isu Partisan

Baca Juga  Airlangga Hartarto: Merdeka dari Covid-19 Harus Dimulai dengan Hijrah Mengubah Perilaku

Sumber: rmol.id

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan