Terkuak, Ada Indikasi Aliran Dana ke Ngabalin di Kasus Suap Ekspor Lobster, KPK Kumpulkan Bukti

Ali Mochtar Ngabalin
Ali Mochtar Ngabalin/Net

IDTODAY NEWS – Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) akan mengusut jika ada indikasi aliran dana ke Ali Mochtar Ngabalin.

KPK membuka peluang untuk mendalami keterlibatan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden itu dalam kasus dugaan suap terkait izin ekspor bibit lobster yang menjerat Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

Bacaan Lainnya
Baca Juga  Pilkada Di Tengah Pandemi, Bawaslu Minta Keselamatan Rakyat Jadi Misi Utama

Deputi Penindakan KPK Karyoto mengatakan, KPK dapat mengusut keterlibatan Ali Mochtar Ngabalin apabila ada indikasi aliran dana yang masuk ke kantong Ngabalin dalam kasus suap tersebut.

“Misalnya nanti ada tracing aliran dana ada porsi-porsi tertentu yang masuk dan itu boleh dikatakan rutin, ya kita wajib pertanyakan,” kata Karyoto saat menjawab pertanyaan dalam konferensi pers, Selasa (1/12/2020).

“Tapi, selama ini kami sedang mengumpulkan bukti-bukti apakah ada ke situ atau tidak,” ujar Karyoto melanjutkan.

Baca Juga  Jhoni Allen dan Darmizal Dilaporkan ke Bareskrim. tapi Pelapornya Ngaku tak Ada Sangkut Paut dengan Demokrat dan AHY

Nama Ngabalin dikaitkan dalam kasus ini karena ia selaku pembina di Kementerian Kelautan dan Perikanan berada dalam satu rombongan dengan Edhy yang melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat.

Edhy dicokok KPK pada Rabu (25/11/2020) setibanya di Bandara Soekarno-Hatta dari AS. Ngabalin yang satu rombongan dengan Edhy tidak ikut dibawa KPK untuk dimintai keterangan.

Karyoto mengatakan, meski Ngabalin yang saat itu berada satu rombongan dengan Edhy, tidak otomatis membuatnya turut terlibat dalam kasus ini.

Baca Juga  Mesra Banget, Denny Siregar Unggah Foto Abu Janda Menunjuk, Natalius Pigai Nepuk Pundak

“Mungkin beliau juga di situ sebagai staf atau penasihat di situ memberikan mau studi banding ke Amerika ya mungkin ada kaitannya, kaitannya dalam arti pekerjaan untuk semacam studi banding,” ujar Karyoto.

Diketahui, KPK menetapkan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait izin ekspor bibit lobster setelah menangkap Edhy dalam operasi tangkap tangan, Rabu (25/11/2020).

Selain Edhy, KPK menetapkan enam tersangka lain dalam kasus ini yaitu staf khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Safri dan Andreau Pribadi Misata, pengurus PT Aero Citra Kargo Siswadi, staf istri Menteri Kelautan dan Perikanan Ainul Faqih, Direktur PT Dua Putra Perkasa Suharjito, serta seorang pihak swasta bernama Amiril Mukminin.

Baca Juga  Perubahan Kebijakan Pemerintah Memiliki Visi Sama, Membatasi Aktivitas Sosial Masyarakat

Dalam kasus ini, Edhy diduga menerima uang hasil suap terkait izin ekspor bibit lobster senilai Rp 3,4 miliar dan 100.000 dollar AS melalui PT Aero Citra Kargo (PT ACK).

PT Aero Citra Kargo diduga menerima uang dari beberapa perusahaan eksportir bibit lobster karena ekspor hanya dapat dilakukan melalui perusahaan tersebut dengan biaya angkut Rp 1.800 per ekor.

Baca Juga  Diperintah Presiden Tekan Angka Kematian Akibat Covid-19, Ini Sepuluh Strategi Airlangga Hartarto

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengatakan, berdasarkan data, PT ACK dimiliki oleh Amri dan Ahmad Bahtiar.
Namun diduga Amri dan Bahtiar merupakan nominee dari pihak Edhy Prabowo dan Yudi Surya Atmaja.

“Uang yang masuk ke rekening PT ACK yang diduga berasal dari beberapa perusahaan eksportir benih lobster tersebut, selanjutnya di tarik dan masuk ke rekening AMR (Amri) dan ABT (Ahmad Bahtiar) masing-masing dengan total Rp 9,8 miliar,” kata Nawawi, Rabu (25/11/2020).

Baca Juga  Iwan Sumule: Kalau KPK Belum Berani Tangkap 'Madam', Herman Herry Dulu Lah

BACA: Dosen USU Kirim CV Jadi Menteri Jokowi, Anggota DPR: Nanti Malah Buat Muak yang Baca

Sumber: jurnalpatrolinews.com

Pos terkait