Ternyata, AHY Dan Moeldoko Sosok Ini Dapat Keuntungan Besar dari Isu Kudeta Demokrat

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (Foto: Instagram/@agusyudhoyono)

IDTODAY NEWS – Isu kudeta Partai Demokrat yang diungkap Ketum Demokrat Agus Harimurto Yudhoyono memicu sekaligus membuka polemik.

Isu kudeta ini kemudian menyerat Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko yang disebut-sebut sebagai dalangnya.

Namun sejatinya, isu ini juga secara tidak langsung menguntungkan AHY dan Moeldoko.

Demikian disampaikan Direktur Lingkar Madani (Lima) untuk Indonesia, Ray Rangkuti kepada wartawan pada Jumat (5/2/2021).

“Apakah Pak Moeldoko dirugikan dan AHY dirugikan? Enggak kalau bacaan saya, dua-duanya malah diuntungkan dengan peristiwa ini,” ungkapnya.

Untuk AHY, diuntungkan karena adanya isu tersebut akan membuat konsolidasi internal lebih ditingkatkan.

Sedangkan Moeldoko diuntungkan karena namanya disebut-sebut bakal maju sebagai capres di Pilpres 2024 mendatang.

Baca Juga  Demokrat Khawatir Tak Bisa Ikut Pemilu 2024 karena Kudeta

Keuntungan lain yang didapat Moeldoko adalah popularitas yang otomatis terdongkrak.

Atas adanya isu ini, sambungnya, publik jadi mengetahui dan menyadari bahwa Moeldoko memiliki keinginan maju sebagai capres.

“Moeldoko diuntungkan dengan peristiwa ini karena tiba-tiba menjadi perbincangan secara nasional,” bebernya.

Namun, popularitas yang didapat itu sejatinya tak diperkirakan oleh Moeldoko sendiri.

“Popularitas yang dia bangun dua tiga hari ini adalah popularitas yang tak terduga sendiri oleh Pak Moeldoko,” tandasnya.

Sementara, Ketua Seknas Dakwah Jabodetabek Ustaz H. Rizal Maulana menilai, Moeldoko mendapat lebih banyak keuntungan ketimbang AHY.

Faktanya, sejumlah pendiri dan mantan pengurus PD menyatakan dukungannya kepada Moeldoko untuk menjadi Ketum DPP PD, bahkan Capres 2024.

“Ini menunjukkan Moeldoko memiliki kapasitas, kualitas, dan kapabilitas untuk jadi memimpin partai, bahkan menjadi Capres,” kata dalam keterangannya, Jumat (5/2/2021).

Sebaliknya, isu kudeta yang dilontarkan AHY malah melahirkan konflik dan lebih banyak merugikan Partai Demokrat dan dirinya sendiri.

Sebab, sejatinya yang tengah dihadapi Demokat saat ini semestinya bisa diselesaikan secara internal tapi malah menjadi konsumsi publik.

“Masyarakat jadi tahu bahwa di dalam PD ada masalah hingga menimbulkan faksi dan melahirkan ketidakpercayaan pada kepemimpinan AHY,” kata Ketua Forum Silaturrahmi Dakwah Kebangsaan ini.

Baca Juga  Sindir AHY, Denny Siregar: Mending Belajar Dulu Jadi Lelaki Sebelum Bermimpi Jadi Pemimpin Negeri

Ia menduga, ada dua hal yang bisa jadi menjadi penyebab merebaknya ketidakpercayaan kader Demokrat kepada kepemimpinan AHY.

Pertama, kegagalan di Pilkada DKI Jakarta 2017 dan kegagalan sejumlah kader dalam Pilkada 2020 lalu.

“Situasi ini bisa berlanjut ke degradasi PD dalam pemilu dan Pilkada 2024,” ingatnya.

Karena itu, ia menyarankan Partai Demokrat agar secepatnya banting stir memperbaiki postur dan gaya berpolitiknya.

Termasuk restrukturisasi sampai di tingkat pucuk pimpinannya.

“Agar bisa mengangkat citra partai dari keterpurukan yang terus tergerus,” tandasnya.

Baca Juga: Setelah Di Dukung PKB dan Nasdem, Giliran PDIP Disinggung Demokrat

Sumber: pojoksatu.id

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan