IDTODAY.CO – Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat, Ossy Dermawan mengungkit cuitan lama Juru Bicara Presiden Joko Widodo, Fadjroel Rachman.

Ossy menilai bahwa pernyataan Fadjroel Rachman itu lebih kejam dibanding poster Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI).

“Twit dari calon Dubes ini jauh lebih ‘sadis’ ketimbang Poster BEM UI,” katanya melalui akun Twitter OssyDermawan.

Baca Juga: Faisal Basri: Kebebasan Intelektual Kampus Tumpul Karena Rektor Dipilih Konglomerat

Bersama pernyataannya, Ossy membagikan tangkapan layar cuitan lama Fadjroel Rachman.

Baca Juga  Rocky Gerung Debat Panas Dengan Fadjroel Rachman dan Kapitra Di ILC TV One

Dalam cuitan itu, Fadjroel mengkritik pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boediono.

“Januari 2014, utang Pemerintah Indonesia Rp2.465,45 triliun,” katanya melakui akun Fadjroel_ pada 10 September 2014.

“Ngotot beli pesawat, mercy, bagi-bagi uang untuk SBY-Boediono. Kita ini bangsa apa?” tambahnya.

Sebelumnya, BEM UI ramai dibicarakan setelah merilis poster yang menyebut Presiden Jokowi sebagai ‘The King of Lip Service’.

Julukan itu menuai pro dan kontra di tengah netizen dan berbagai pihak lainnya, termasuk para politikus dan akademisi.

Baca Juga  Minta SBY-AHY Tak Merengek Hadapi Kudeta Demokrat, Teddy Gusnaidi: Bukan Sikap yang Pantas Ditiru Generasi Muda

Ditelusuri Terkini.id, Ossy sendiri telah membagikan sikap resmi Partai Demokrat terkait kritikan BEM UI.

Baca Juga: SBY Sarankan Lockdown pada Tahun 2020, Panca: Saran Baik Beliau Dibully BuzzerRp

Partai Demokrat menegaskan bahwa kebebasan berpendapat mahasiswa tidak boleh dipangkas oleh kampus.

Seperti diketahui, sempat tersebar surat pemanggilan dari pihak rekrotat kepada BEM UI usai poster kritikan mereka viral.

“Kritik yang dilontarkan oleh mahasiswa kepada pemerintah adalah sebuah hal yang sudah lama diharapkan rakyat terhadap mahasiswa,” demikian tertulis di akun Twitter resmi Demokrat pada Kamis, 1 Juli 2021.

“Karenanya, Demokrat mendesak agar otoritas kampus tak membungkam kebebasan berpendapat mahasiswa, yang juga ingin memperjuangkan keinginan masyarakat,” lanjutnya.

Baca Juga: Haedar Nashir ke Aktivis Anti Covid-19 dan Vaksin: Di Mana Rasa Tanggung Jawab?

Sumber: terkini.id

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan