Usulan Ahok Diangkat Jadi Menteri BUMN Ditolak NasDem, Refly Harun Curigai Erick Thohir Begini: Kursi Panas!

  • Bagikan
Refly Harun
Refly Harun. Instagram /reflyharun.

IDTODAY NEWS – Politisi Nasional Demokrat (NasDem), Irma Suryani Chiniago, menolak mentah-mentah usulan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok diangkat menjadi menteri BUMN.

Itu karena Irma menilai bahwa Ahok adalah sosok yang hanya bermodal omongan besar yang suka mencari sensasi, bahkan kerap kali melakukan pencitraan.

“Ahok cuma ngomong besar dan cari sensasi serta pencitraan untuk soal-soal yang sebenarnya menjadi tugasnya untuk membereskan, bukan curhat ke publik,” ujarnya pada Selasa lalu, 27 Juli 2021.

Baca Juga  Legislator PKB Apresiasi Serapan Anggaran Kementerian BUMN Tahun 2020 Capai 97,65 Persen

Sebelumnya, seperti diketahui, Mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Puyouno, memuji kinerja Ahok sebagai Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina.

Tak hanya memuji, Arief juga berharap Ahok dapat diangkat menjadi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggantikan Erick Thohir.

Bukan tanpa sebab, Arief mengemukakan hal ini dengan penilaian bahwa Ahok bisa sejalan dengan misi Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

Baca Juga  Luhut Serius Kawal Vaksin Covid-19, Perintahkan Terawan dan Erick Thohir Awasi Pasar Farmasi

Menanggapi hal tersebut, ahli hukum tata negara, Refly Harun, lantas buka suara dan mencurigai Erick Thohir yang sepertinya memberikan kesempatan pada politisi NasDem untuk mendapat jabatan.

Selain itu, Refly beranggapan bahwa jabatan Menteri BUMN adalah kursi panas karena cara Pemerintah memandang jabatan itu sendiri.

“Yang jelas, ini adalah kursi panas gara-gara cara Pemerintah melihat BUMN seperti BUMN itu adalah bawahannya menteri BUMN,” ujar Refly Harun dalam sebuah tayangan di kanal YouTube-nya, dikutip terkini.id dari Galamedia pada Jumat, 30 Juli 2021.

Baca Juga  Komentari Kematian Ustadz Maaher, Novel Baswedan: Orang Sakit Kenapa Dipaksakan Ditahan, Jangan Keterlaluanlah

Terkesan Menteri BUMN memiliki kantor di seluruh BUMN Indonesia sehingga jabatan tersebut sangat diincar.

“Sehingga Menteri BUMN itu seolah-olah punya kantor di seluruh BUMN di Indonesia dan powerful. Makanya kursi ini selalu diincar, apalagi bisa membuat orang menjadi kaya mendadak.”

Sementara untuk Ahok sendiri, Refly mengaku tidak tahu apa prestasinya selama menjabat sebaga Komut di Pertamina.

“Kalau melihat Ahok, kita harus melihatnya pelan-pelan. Nah, dalam melihat pelan-pelan itu, saya terus terang kurang tahu referensinya, apa achievement atau prestasi Ahok setelah lebih dari satu setengah tahun menjadi Komisaris Utama di Pertamina.”

Baca Juga  Jawab Kritik ke Jokowi soal Banjir Kalsel, Moeldoko: Bencana Tidak Bisa Dikendalikan

Namun, hal yang jelas, kata Refly, ketika Pertamina dinyatakan rugi pada semester pertama tahun 2020 lalu.

“Yang jelas, yang gonjang-ganjing adalah ketika Pertamina dinyatakan rugi pada semester pertama tahun 2020 yang menurut saya aneh,” bebernya.

“Kenapa aneh? Ya karena Pertamina perusahaan yang monopolistik, kok bisa rugi.”

Kendati demikan, Refly tetap mengapresiasi ketika Ahok mengungkap fakta mengenai limit kartu kredit beberapa waktu lalu. Untuk itu, Refly justru heran mengapa orang seperti Irma keberatan akan hal ini.

Baca Juga  Pilkada 2022 Ditiadakan Hanya untuk Ganjal Anies Baswedan? Refly Harun: Kebangetan Juga

“Perlu digaris bawahi juga adalah … kenapa orang seperti Irma Chiniago berkeberatan? Nah, ini pengamatan saya, walapun barangkali agak spekulatif.”

Ia lantas berpendapat bahwa Erick Thohir kemungkinan ingin memberikan kesempatan pada politisi NasDem untuk mendapat jabatan.

Sebagai contoh, misalnya, ia menyebut nama Zulfan Lindan yang merupakan salah satu politisi NasDem yang diangkat oleh Erick.

“Saya kok memperhatikan Menteri Erick Thohir ini cukup memberikan kesempatan kepada politisi-politisi NasDem untuk menduduki jabatan,” paparnya.

Baca Juga  Anak Buah Tito Karnavian Sebut Mendagri Tidak Bisa Berhentikan Kepala Daerah

“Saya melihat misalnya di Jasa Marga tempat saya dulu sebagai Komisaris Utama, ada Wakil Komisaris Utama. Kalau tidak salah, Zulfan Lindan. Itu orang NasDem, pungkas Refly Harun.

Sumber: terkini.id

  • Bagikan