Pelaku Pemasang Spanduk Penolakan Kedatangan Habib Rizieq
Pelaku Pemasang Spanduk Penolakan Kedatangan Habib Rizieq

Warga Tangkap Pemasang Spanduk Penolakan HRS, Mengaku Dibayar Rp50 Ribu

IDTODAY NEWS – Dua pemuda Deliserdang diamankan warga saat berusaha memasang spanduk penolakan rencana kedatangan pendiri Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq ke Sumatera Utara (Sumut).

Mereka adalah JH (29 tahun), dan RP (17 tahun), keduanya warga Desa Tanjung Sari, Kecamatan Batang Kuis, Deliserdang.

Sejatinya spanduk penolakan yang dipasang Senin (23/11/2020) dini hari itu dikerjakan empat orang, namun dua lainnya sempat melarikan diri, yaitu A dan S keduanya warga Desa Baru Kecamatan Batang Kuis.

Baca Juga  FPI Aceh Siap Terima Habib Rizieq Jika Ingin Hijrah ke Aceh, "Siap Kawal Apapun Resikonya"

Pemasangan itu dilakukan di Jalan Sultan Serdang atau depan Kampung Vietnam Dusun III, Desa Tumpatan Nibung, Kecamatan Batang Kuis pada pukul 02.00 WIB.

Dari spanduk dan baliho itu tertulis kalimat, ‘Kami Masyarakat Warga Deliserdang Cinta Kedamaian, Menolak Kehadiran Provotakator Seperti Ini, ‘Kami Orang Medan Cinta Damai Nggak Mau Lihat Orang Ini di Medan’ dan Habib Rizieq Shihab Provokator, Tolak Politisasi Agama’.

Baca Juga  Tim Dokter Kecam Bima Arya Intervensi Tindakan Medis Habib Rizieq,, "Tak Beretika!"

Kasus ini terungkap setelah ada beberapa warga di Kecamatan Batang Kuis yang merasa keberatan dengan spanduk itu dan telah melakukan pengintaian selama tiga hari berturut-turut hingga akhirnya berhasil menyergap.

Baca juga: MUI Pernah Tolak Komjen Listyo Sigit Prabowo, Stanislaus Riyanta Bilang Ini soal Calon Kapolri

Baca juga: Habib Rizieq Shihab Keturunan Nabi Muhammad, Fadli Zon: Seharusnya Pemerintah Merangkul

Baca Juga  Polisi Tetapkan Habib Rizieq Shihab dan Dirut RS Ummi Jadi Tersangka

Dari data yang dihimpun ada sebanyak 15 spanduk/baliho yang ditarget dipasang. Baru terpasang 9 baliho dan 6 baliho lainnya belum.

Para pelaku mengaku dibayar Rp50 ribu per orang kalau aksi mereka berhasil. JH sendiri berprofesi sebagai tukang becak, sementara tiga lainnya tidak memiliki pekerjaan tetap.

Kasatreskrim Polresta Deliserdang Kompol M Firdaus membenarkan kejadian itu. “Benar. (Isi spanduknya) penolakan terhadap kedatangan HRS (Habib Rizieq Sihab),” ungkapnya.

Baca Juga  Serapan Dana Penanganan Covid-19 di Jateng Rendah, Ini Penjelasan Gubernur Ganjar

Firdaus menyebut kedua pemuda itu masih menjalani pemeriksaan.

Baca Juga: Bubarkan Deklarasi Tolak HRS, Ketua FPI Pekanbaru jadi Tersangka terkait Kebebasan Berpendapat

Sumber: fajar.co.id

Tinggalkan Balasan